SHARE THIS ARTICLE

Tokyo adalah sebuah kota dengan sedemikian perubahan yang konstan, kota ini kadang-kadang harus menjalani obsesi orang Jepang yang ingin mendekonstruksi dan membangun kembali kota ini menjadi lebih modern, bukannya mengkonsolidasi atau merenovasinya. Setelah beberapa hari atau minggu di ibukota Jepang ini, beberapa wisatawan merasakan perlunya untuk menyambung kembali bagian-bagian kecil dari “tradisi”. Dalam konteks ini, Kawagoe, yang berjarak setengah jam di barat laut Tokyo, sering dikutip.

kawagoe-1

kawagoe-2

Hanya dibutuhkan waktu beberapa menit untuk menyadari bahwa Kawagoe memiliki banyak yang bisa dijual. Memang, kota ini dikatakan sebagai “little Edo” karena bangunannya yang terbuat dari kayu dan tanah liat dari era yang eponymous. Tetapi ini bukanlah peninggalan sebenarnya, karena ada beberapa rekonstruksi yang ditujukan terutama untuk menjaga perdagangan dengan wisatawan. Kurazukuri no Machinami (蔵造りの町並み), “distrik pergudangan” dan Toki no Kane (時の鐘), menara lonceng (simbol dari kota tersebut) telah dikonversi menjadi daya tarik belanja. Bahkan kuil Kita-in, yang termasuk sisa-sisa kastil Edo.

kawagoe-3

kawagoe-4

kawagoe-5

kawagoe-6

kawagoe-7

kawagoe-8

Jika anda ingin membenamkan diri dalam arsitektur dari era Edo di sekitar Tokyo, selain Kawagoe, akan lebih baik jika anda juga mengunjungi Edo-Tokyo Tatemono-in (Open Air Museum dari Edo-Tokyo yang berarsitektur).

Source : kanpai-japan.com
COMMENT