SHARE THIS ARTICLE

Dompet adalah salah satu barang yang sulit dipisahkan dari keseharian masyarakat modern. Di masa kini, dompet memiliki beberapa fungsi, dapat menjadi fashion item, di samping fungsi utamanya sebagai alat menyimpan uang dan barang-barang lain. Penasaran nggak sih, seperti apa isi dompet orang-orang asing yang sedang tinggal di Jepang? Yuk simak di bawah ini!

  1. Uang

    (image: economiccalendar.com)

Untuk hal yang satu ini, rasanya sudah tidak perlu disebutkan lagi, ya, karena biar bagaimanapun, menyimpan uang adalah fungsi pertama dan utama dompet. Orang asing di Jepang biasanya memiliki 2 buah dompet, satu buah dompet besar untuk menyimpan uang, dan satu buah dompet kecil untuk menyimpan uang receh. Belakangan ini juga sudah banyak dompet yang memiliki kompartemen khusus untuk uang receh.

  1. Residence Card

    (image: immi-moj.go.jp)

Residence card, atau dalam bahasa Jepang disebut Zairyu Card adalah kartu identitas semacam KITAS kalau di Indonesia, yang diterbitkan oleh pemerintah Jepang untuk orang asing yang tinggal di Jepang selama lebih dari 3 bulan. Kartu ini wajib selalu dibawa oleh orang asing tersebut selama berada di Jepang, dan kartu tersebut akan dilubangi jika orang asing tersebut keluar secara permanen dari Jepang. Orang asing yang tertangkap tangan tidak dapat menunjukkan Residence Card dan/atau paspor saat diminta oleh pihak berwajib, bisa ditangkap oleh Imigrasi, lho! Hiii, seram!

  1. Kartu Asuransi Negara

    (image: city.takamatsu.kagawa.jp)

Seluruh warga Jepang terdaftar dalam sebuah sistem asuransi kesehatan milik pemerintah, tidak terkecuali orang asing yang tinggal di Jepang lebih dari 3 bulan. Dengan melalui proses pendaftaran yang sederhana, peserta akan mendapatkan kartu asuransi. Premi asuransi ini terbilang murah, dan dapat dibayarkan melalui minimarket. Benefit dari asuransi yang dapat digunakan di berbagai rumah sakit dan dokter ini adalah, peserta hanya perlu membayar sebanyak 30% dari biaya perawatan yang dilakukan. Ini sangat menolong karena pengobatan di Jepang, seperti banyak hal lainnya di negara tersebut, tidaklah murah!

  1. Kartu ATM

    (image: golddust.jp)

Orang asing pun, jika memiliki Residence Card, akan dapat membuka rekening bank di bank Jepang. Biasanya, seperti halnya di Indonesia, saat membuka rekening, yang bersangkutan akan menerima kartu ATM, di samping buku rekening. Meski demikian, penggunaan kartu ATM di Jepang biasanya masih kalah fleksibel dengan ATM di Indonesia. Mesin ATM di Jepang biasanya hanya buka selama gedung tempat ATM tersebut berada masih buka, dan bank di Jepang banyak yang masih bersifat lokal, sehingga bisa jadi ATM untuk bank bersangkutan tidak dapat ditemukan di tempat lain.

  1. Kartu E-Money

    (image: diamond.jp)

Jepang memiliki banyak sekali smart card yang berfungsi sebagai e-money. Di antaranya yang paling terkenal adalah Suica dan Pasmo, yang bisa digunakan untuk membayar tiket kereta di wilayah Tokyo dan sekitarnya, nanaco yang bisa digunakan di seluruh cabang seven eleven di Jepang, waon milik franchise mall Aeon, serta taspo, yang digunakan untuk membeli rokok melalui vending machine.

  1. Kartu-kartu lainnya

    (image: http://blogs.yahoo.co.jp/tal0032_jp/33639329.html)

Besar kemungkinan, selain kartu-kartu di atas, dompet orang asing yang tinggal di Jepang akan dipenuhi berbagai kartu lainnya, seperti kartu diskon yang berbeda-beda untuk berbagai supermarket dan toko (setiap supermarket dan minimarket di Jepang biasanya masing-masing menerbitkan kartu diskon dan kartu poinnya sendiri), kartu keanggotaan untuk karaoke atau manga/internet cafe, kartu pasien rumah sakit, kartu pelajar,dan kartu-kartu lainnya.

Adakah barang lain yang kalian ketahui sering ditemukan di dompet orang asing yang ada di Jepang? Share di bawah ini ya!

COMMENT