SHARE THIS ARTICLE

Artis pop Amerika Andy Warhol pernah berkata, “Di masa depan, semua orang akan menjadi terkenal di dunia selama 15 menit.” Untuk beberapa individu di Jepang, pencarian mereka untuk menjadi “quasi-celebrity (orang yang nyaris menjadi selebriti),” atau aidoru (“idola”), mengambil rute yang berbeda, baik melalui video viral, merilis musik indie atau mendapatkan popularitas melalui jaringan sosial. Untuk Akari Aoki, ia harus menjadi “mayat hidup”, dan sampai batas tertentu, menjadi kegagalan untuk mencapai mimpinya.

Zombie_Idol__Haunts_Tokyo_Streets-6-550x372

Zombie_Idol__Haunts_Tokyo_Streets-550x365

Wanita berumur 29 tahun ini telah menjadi karakter zombie, mungkin terinspirasi oleh popularitas acara TV Amerika Serikat The Walking Dead, dan menonton berbagai film horor. Ketika ia mulai berdandan menjadi salah satu mayat hidup dan berjalan di sekitar jalan-jalan Tokyo sebagai zombie, ia telah berhasil mendapatkan perhatian dari acara populer Minggu malam Ariyoshi Hanseikai dengan lintasan karir yang menariknya. Ken Miyahara, sutradara acara tersebut, mengatakan mereka menemukannya di internet secara tidak sengaja dan berpikir ia tampak aneh tapi menarik. “Salah satu cara casting kami adalah untuk menampilkan seseorang yang baru yang bisa menjadi bintang,” katanya. Sejak itu, ia telah mendapat setidaknya tiga pekerjaan zombie setiap bulan, dari bagian-bagian kecil dalam acara TV, film, acara dan pemotretan.

Zombie_Idol__Haunts_Tokyo_Streets-5-550x364

Zombie_Idol__Haunts_Tokyo_Streets-4-550x366

Ketenaran quasi-nya tidak datang dalam semalam, dan ia tidak malu untuk berbagi cerita tentang berbagai kegagalan sebelumnya. Bahkan, ia telah menulis dan menerbitkan sebuah buku tentang hal itu, yang berjudul “My Diary of How I Failed to Become An Idol,” sebuah karya sejenis buku harian yang mendokumentasikan kekecewaan dan kegagalannya sebelum ia memiliki ketenaran selama 15 menitnya. Ini sebenarnya buku keduanya, tapi buku pertamanya yang pernah dibuat pada tahun 2003, berisi koleksi foto-foto dirinya mengenakan celemek, adalah kegagalan besar, karena toko-toko mengembalikan lebih dari setengah salinan bukunya (yang mungkin tidak mengejutkan bagi siapa saja). Ia bahkan merekam CD dan DVD tentang dirinya yang melakukan tur ke berbagai patung Budha yang berbeda, tetapi keduanya juga gagal di pasaran. Ia bisa tertawa tentang hal itu sekarang, karena buku keduanya telah mencapai No. 3 pada daftar Amazon Jepang dari buku yang dijual oleh bintang TV. Tetapi bahkan dengan ketenarannya, ia masih tidak sekaya yang Anda pikir, karena bagian-bagian kecil tersebut tidak membayarnya sama sekali. Tapi tampaknya ia tidak peduli, karena ia percaya “terapi zombie” nya adalah panggilan hidupnya. “Saya menyebutnya ghoul Japan (menghantui Jepang), sebagai lawan dari cool Japan (Jepang keren),” ujar Aoki.

Zombie_Idol__Haunts_Tokyo_Streets-3-514x420

Source : japandailypress.com
COMMENT