Share on

Menjadi seorang idol di Jepang memang berpotensi membuat orang hanya menilaimu dari penampilan luar dan sifat yang kamu tonjolkan sambil menampilkan bakat menyanyi dan menarimu. Karena itu, siapapun yang masuk ke dalam indsutri ini tentunya akan sangat diuntungkan jika bukan hanya memiliki wajah cantik, namun hati yang tegar. Saat seorang idol mendapat komentar tidak sedap, yang wajib mereka lakukan adalah berusaha tetap tegar dan melupakannya agar tidak mempengaruhi pekerjaan mereka. Namun, jika komentar tidak sedap yang dilayangkan netizen Jepang itu berupa fitnah jahat, siapa sih idol yang tidak kesal? Nah, karena itulah, seorang pria di Jepang diciduk polisi karena menyebarkan rumor palsu tentang beberapa idol Jepang di media sosial Twitter.

Advertise With Us

Ya, petugas dari Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo baru saja menangkap Akihiro Kaku, seorang penduduk berusia 50 tahun yang tinggal di Nishi Ochiai, Distrik Shinjuku. Ia ditangkap karena unggahannya di Twitter pada Mei 2019 lalu.

idol Jepang fitnah japanesestation.com
Ilustrasi tertangkap polisi (pakutaso.com)

Salah satu komentar yang dibuat Kaku di media sosial Twitter itu ditujukan pada Marina Nishigata, seorang member dari idol group asal Prefektur Niigata, NGT48. Dan begini isi komentarnya:

“Menggunakan stimulan membuat proses berpikir dan rasa kemanusiaan dia (Nishigata) berkurang. Jadi, apapun yang kamu katakan padanya, percuma saja,” tulis Kaku dalam cuitannya, dengan kata yang ia gunakan untuk “stimulan” adalah “kakuseizai,” atau umumnya disebut sebagai metamfetamin. Kaku juga mengunggah komentar tentang penggunaan narkoba yang dilakukan oleh member NGT48 lain, seperti Minami Kato, Yuka Ogino, Ayaka Tano, dan Eno Yamada.

Buat yang tidak tahu siapa itu Marina Nishigata, inilah orangnya:

Setelah mengetahui tentang unggahan tersebut, manajemen NGT48 meminta bantuan piihak penegak hukum untuk mengetahui pelaku di balik cuitan kejam tersebut. Akhirnya, semua bukti investigasi mengarah pada Kaku yang akhirnya ditahan dengan tuduhan fitnah. Kaku pun mengakui perbuatannya.

“Aku mencurigai mereka terlibat dalam penyerangan terhadap member NGT48 lain dan aku tidak mempeercayai mereka. Tujuanku adalah merusak pandangan publik terhadap mereka.” kata dia.

Meski Kaku tidak menyebut nama member lain itu, sudah dipastikan bahwa yang dimaksud Kaku adalah Maho Yamaguchi, member NGT48 yang diserang oleh 2 pria di depan pintu masuk rumahnya pada 8 Desember 2018 silam. Setelah manajemen NGT48 mencoba membuat Yamaguchi untuk menunggu sebelum membeberkan insiden tersebut pada publik, Yamaguchi akhirnya angkat bicara satu bulan kemudian. Setelah pengumuman itu, para fans berspekulasi kalau ada member lain di idol group Jepang itu yang membocorkan alamat dan jadwal Yamaguchi pada penyerangnya, membuat Kaku percaya bahwa 5 member di atas lah yang bertanggung jawab atas insiden tersebut, meski polisi meyakini bahwa tidak ada satupun member NGT48  yang terlibat.

Mungkin, sebagian dari kalian kaget bahwa menuduh beberapa selebriti menggunakan narkoba ternyata bisa membuatmu dipenjara ya? Memang begitu, indsutri entertainment Jepang menetapkan peraturan anti-narkoba yang sangat ketat dan membuat perusahaan musik dan studio langsung memutus kontrak dengan selebriti yang terlibat, meski selebriti tersebut adalah selebriti paling terkenal. Karena itu, tuduhan Kaku dapar berpotensi menyebabkan hancurnya karir dan kehidupan para idol yang dituduhnya.

Jadi, hati-hati ya dalam berkomentar!