Share on

Pasca menyebabkan kecelakaan lalu lintas beberapa waktu lalu, Polisi Metropolitan Tokyo akhirnya mengungkap bahwa Hitomi Yoshizawa, mantan anggota idol group Morning Musume, mengaku telah minum lebih dari tiga kaleng minuman beralkohol sebelum ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk minggu kemarin, seperti yang dilansir dari Fuji News Network.

Pada tanggal 6 September, sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat, sebuah kendaraan yang dikendarai oleh penyanyi berusia 33 tahun tersebut dilaporkan mengabaikan lampu merah hingga menabrak seorang pesepeda wanita. Korban terjatuh dari sepeda, sebelum kemudian bertabrakan dengan pejalan kaki pria di Nakano Ward, Tokyo, Jepang.

Polisi setempat lalu menangkap Hitomi karena dicurigai mengemudi kendaraan dalam keadaan tengah mabuk, selama proses interogasi, ia juga mengaku meminum tiga kaleng chu-hai, yaitu sejenis koktail yang terdiri dari shochu yang disuling. Namun, Hitomi Yoshizawa kemudian mengakui jika dirinya telah mengkonsumsi alkohol lebih banyak dari jumlah yang dinyatakan sebelumnya, "Saya juga meminum alkohol lain selain kaleng chu-hai," ucapnya.

Setelah kejadian tersebut, Yoshizawa sempat melarikan diri, dan sekitar 15 menit kemudian, Hitomi menelepon polisi untuk melaporkan telah menyenggol pengendara sepeda dan kembali ke tempat kejadian, di mana dia ditangkap karena dicurigai mengemudi dalam keadaan mabuk dan melakukan tabrak lari yang mengakibatkan korban cedera.

Dilansir dari berbagai sumber, analisa nafas yang dilakukan kepada Yoshizawa, mengungkap kandungan 0,58 miligram alkohol per liter udara yang dihembuskan, sementara batas hukumnya sendiri adalah 0,15 miligram.

Akibat kejadian tersebut, mantan anggota grup lainnya pun turut memberikan komentar, sebagian diantara mereka bahkan juga menyayangkan tindakan yang dilakukan olehnya. Insiden ini bukan masalah yang berhubungan dengan lalu lintas pertama bagi Hitomi Yoshizawa, pada bulan September tahun lalu, sang idol juga pernah terlibat dalam sebuah kecelakaan di mana dia mengemudi di sisi jalan yang salah.