Berita Jepang | Japanesestation.com

Partai yang berkuasa di Jepang, Partai Demokrat Liberal (LDP -- Jiyuuminshu-to)  menegaskan ketidaksetujuannya dengan pandangan yang baru-baru ini diungkapkan oleh salah satu anggota parlemennya bahwa pasangan gay dan lesbian tidak produktif karena mereka tidak dapat memiliki anak, di tengah berkembangnya beragam kritik atas pendapat tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situs webnya pada hari Rabu (1/8), LDP  menyebutkan bahwa sebuah artikel majalah yang ditulis oleh Mio Sugita "menunjukkan kurangnya pemahaman dirinya tentang isu-isu (LGBT) dan pertimbangan dari perasaan orang-orang yang terlibat," seraya mencamkan bahwa bahwa partai tersebut bekerja untuk menciptakan masyarakat yang lebih ramah terhadap kaum minoritas seksual.

Adalah tidak biasa bagi LDP untuk mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi posisinya mengenai "pendapat pribadi" yang diungkapkan oleh anggota legislatifnya.

Langkah ini tampaknya dimaksudkan untuk meredakan kemarahan publik atas masalah ini, yang telah memprovokasi protes di jalanan dari anggota komunitas lesbian, gay, biseksual dan transgender di Jepang serta memicu beberapa tokoh terkemuka di Jepang ikut menyuarakan keberatan mereka melalui media sosial.

Menyuarakan pandangan partainya, Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan kepada wartawan selama kunjungan pada hari Kamis (2/8) ke Prefektur Miyagi bahwa "Adalah wajar bila memiliki tujuan membentuk masyarakat dimana hak asasi manusia dihormati dan keragaman dihargai."

LDP juga mengatakan bahwa salah seorang anggota partai yang bertanggung jawab atas isu-isu LGBT telah memberi tahu Sugita untuk "sangat berhati-hati" dalam perilakunya mulai sekarang. Sugita, anggota majelis rendah parlemen Jepang yang terpilih dua kali, mengatakan melalui kantornya pada hari Kamis bahwa dia akan menanggapi masalah ini "dengan serius" dan akan "belajar dengan tekun."

Partai-partai oposisi, bagaimanapun, mengecam partai yang berkuasa ini karena tindakannya yang "terlambat" dan sikapnya yang "lunak" terhadap Sugita.

"Ini adalah tindakan yang terlalu pemurah," kata Yuichiro Tamaki, wakil ketua partai oposisi Partai Demokratik untuk Rakyat (DPP - Kokumin minshuu-to), pada konferensi pers di Prefektur Nagasaki, menambahkan bahwa itu adalah tanda bagaimana LDP tidak memiliki pengakuan yang cukup atas isu-isu LGBT dan hak asasi Manusia.

Inti masalah ini adalah sebuah artikel yang disumbangkan Sugita ke edisi terbaru majalah bulanan konservatif Shincho 45, yang mulai dijual pada 18 Juli.

Dalam artikel berjudul "Dukungan untuk LGBT terlalu berlebihan," Sugita menulis, "Bolehkah membelanjakan uang pembayar pajak untuk pasangan LGBT mendapatkan persetujuan? Mereka tidak melahirkan anak. Dengan kata lain, mereka kekurangan 'produktivitas.'"

"Mengapa tidak bisa jenis kelamin hanya dua - pria dan wanita?" ibu berusia 51 tahun ini juga menulis.

Tanggapan awal untuk masalah ini oleh tokoh Nomor 2 LDP, Sekretaris Jenderal Toshihiro Nikai, semakin menuai kritik.

Nikai mengatakan pada konferensi pers pada 24 Juli bahwa LDP "adalah kumpulan orang-orang dari sisi kanan sampai sisi kiri. Masing-masing (politisi LDP) memiliki posisi politik dan filosofi hidupnya sendiri."

Nikai sendiri sebelumnya mendapat kecaman karena mengkritik – dalam pidato yang dibuatnya di Tokyo pada bulan Juni – orang-orang memilih untuk tidak memiliki anak sebagai "egois."

Salah satu selebritis yang bereaksi negatif termasuk penulis Hirotada Ototake, yang lahir tanpa anggota badan. Ototake menulis dalam akun twitter pribadinya bahwa, "Beberapa orang melabeli orang lain sebagai tidak produktif meskipun situasi mereka bukan yang mereka pilih ... bukankah tugas politisi bekerja untuk menghilangkan kesulitan mereka dalam hidup?"

"Jika (Jepang) menjadi masyarakat di mana orang-orang dinilai lebih tinggi atau rendah dari sudut pandang seberapa bermanfaat mereka bagi negara, orang yang akan dilenyapkan di lain waktu bisa jadi 'saya'," kata Ototake dalam tweet yang telah dibagikan oleh ribuan orang.

Bahkan disaat LDP berusaha mengakhiri kontroversi atas artikel Sugita, anggota parlemen junior lainnya, Tomu Tanigawa, ditemukan mengatakan pada program TV internet yang baru-baru ini ditayangkan bahwa hubungan sesama jenis adalah "sesuatu seperti hobi."

Tanigawa juga mengatakan dalam program tersebut bahwa dia tidak selalu menolak ide keragaman seksual tetapi "tidak perlu melangkah sejauh itu sampai harus membuat hukum untuk mengizinkan pernikahan sesama jenis."

Pernyataan itu mengundang kecaman dari kepala partai Komeito, mitra koalisi junior LDP. "Saya ingin LDP membuat anggota parlemennya mengikuti pandangan (resmi) partai," kata Natsuo Yamaguchi pada konferensi pers pada hari Kamis.