Share on

Tujuh tahun setelah dipaksa meninggalkan barang-barangnya, Yuki Kokatsu, salah satu korban bencana nuklir Fukushima pada tahun 2011, kembali ke ruangan kelas dua SD yang dulu sempat ia tinggalkan untuk pertama kalinya.

Yuki, sekarang telah berusia 15 tahun, dia melihat alat musiknya di lantai, dan berkata, "Saya menemukannya."

Siswa SMP kelas 3 ini juga menemukan 30 barang lainnya yang sempat ia tinggalkan saat keluarganya terpaksa dievakuasi karena bencana nuklir Fukushima, termasuk kamus bahasa Jepang dan tali untuk lompat tali. Setelah tujuh tahun tertinggal, akhirnya dia dapat memasukkan semuanya ke dalam tasnya untuk dibawa pulang.

"Saya merasa telah mendapatkan lagi harta milik saya yang hilang. Saya akan menyimpannya dengan baik, "kata Yuki, yang telah dievakuasi ke Tsukuba, Prefektur Ibaraki.

Yuki dan mantan siswa Sekolah Dasar Ono lainnya kembali ke sekolah mereka pada tanggal 2 Maret untuk mengambil barang-barang mereka.

Murid Korban Bencana Nuklir  Fukushima Mengunjungi Bekas Sekolahnya Setelah 7 Tahun
(image : Asahi)

Setelah bencana pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima pada bulan Maret 2011, yang dipicu oleh Gempa Bumi Besar dan Tsunami di bagian Jepang Timur, semua korban bencana nuklir yang merupakan penduduk kota Okuma dievakuasi ke daerah lain.

SD Ono terletak di daerah yang ditunjuk sebagai zona berbahaya dan tidak dapat dihuni kembali. Namun, tingkat radiasi di sekitar sekolah telah turun berkat pekerjaan dekontaminasi. Karena itu, para mantan siswa dan tokoh masyarakat telah meminta pemerintah kota Okuma agar mengizinkan mereka masuk gedung sekolah.

Menurut pemerintah kota Okuma, enam kelompok mengunjungi SD Ono pada tanggal 2 Maret kemarin. Sebanyak 39 kelompok diharapkan melakukannya sampai tanggal 4 Maret.

(featured image : Asahi)