Berita Jepang | Japanesestation.com

Kejadian ini terjadi pada kereta Hayabusa 24 di jalur Tohoku Shinkansen yang seharusnya berangkat pukul 13.52 dari Shin-Hakodate-Hokuto menuju Tokyo. Sang kondektur sudah memasang alarm, tapi tetap terlewat bangun dan baru sadar sekitar pukul 13.50, sehingga jadwal keberangkatan mundur beberapa menit.

Meski keterlambatan ini tergolong sangat singkat dan bahkan tidak ada laporan keluhan dari penumpang, pihak operator tetap menyampaikan permintaan maaf secara resmi dan berjanji akan mencegah kejadian serupa terulang.

Reaksi publik pun beragam. Ada yang menganggap ini bukan masalah besar dan tidak perlu dibesar-besarkan, tapi ada juga yang menilai bahwa disiplin kecil seperti ini penting demi menjaga standar keselamatan dan kepercayaan. Beberapa komentar bahkan bercanda bahwa terlambat 3 menit itu masih “cukup waktu buat masak mi instan.”

Menariknya, di Jepang sendiri, ketepatan waktu kereta memang terkenal ekstrem—sampai-sampai selisih menit saja bisa berdampak besar bagi jadwal penumpang. Jadi, meskipun terdengar sepele, kejadian ini justru menunjukkan betapa tingginya standar profesionalisme di sana.