Berita Jepang | Japanesestation.com

Sebuah kelompok yang terdiri dari keturunan 77 samurai yang mengikuti delegasi diplomatik pertama Jepang ke Amerika Serikat pada 1860 mendonasikan sebuah panel bertuliskan terjemahan bahasa Inggris dari sebuah monumen yang memperingati misi bersejarah tersebut pada ibu kota Jepang.

Dilansir dari Mainichi, panel perunggu baru tersebut kini berdiri di depan monumen dengan tulisan Jepang di Shiba Park di Distrik Minato, Tokyo yang didirikan pada tahun 1960 untuk memperingati perjalanan diplomatis Jepang ke Amerika. Monumen batu tersebut memperkenalkan para delegasi utusan Keshogunan Tokugawa (1603-1868) yang dipercayakan dengan misi pertukaran instrumen ratifikasi dari Perjanjian Persahabatan dan Perdagangan Jepang-A.S.

keturunan samurai jepang japanesestation.com
Panel berbahasa Inggris untuk Centennial Anniversary Monument of the Treaty of Amity and Commerce antara Jepangd an Amerika pada tahun 1860 di bagian kanan bawah monumen di Shiba Park di Distrik Minato, Tokyo, pada 13 Mei 2020. (Mariko Miyahara)

Saat menginjakkan kaki di A.S, duta Jepang (sebutan dari orang Amerika untuk para delegasi), disambut dengan hormat senjata, parade, dan jamuan makan serta melakukan audiensi dengan Presiden Amerika saat itu, James Buchannan. Mereka pun mengunjungi berbagai destinasi, mulai dari San Francisco, Washington dengan melewati Panama, Baltimore, Philadelphia hingga New York. Dan meski misi mereka bertujuan untuk mempromosikan perdagangan dan persahabatan antar kedua negara, para delegasi juga membawa pulang kultur dan teknologi modern, meninggalkan kesan baik pada penduduk Amerika, sebelum kedua negara tersebut terlibat dalam perang saydara A.S pada 1861-1865 dan Restorasi Meiji pada 1868 bagi Jepang.  

Huawei MatePad Pro

Nah, meski para keturunan berencana untuk menggelar sebuah upacara untuk mengungkap panel tersebut pada musim semi lalu, even tersebut harus dibatalkan karena adanya pandemi virus corona. Saat panel tersebut didonasikan pada Pemerintah Metropolitan Tokyo pada 13 Mei 2020, Tokyo masih dalam status darurat dan hanya ada 3 orang perwakilan kelompok yang hadir di lokasi berdirinya monumen, di dekat Tokyo Tower dan Zojoji, kuil milik Keluarga Tokugawa.

keturunan samurai jepang japanesestation.com
Mariko Miyahara (kiri), direktur dari director Society of Descendants of the First Japanese Embassy to the United States America 1860 Inc., menyerahkan sertifikat donasi panel berbahasa Inggris untuk monumen yang didedikasikan untuk para delegasi Jepang 1860 menuju A.S, pada Ayako Terashima (kanan), seorang staf resmi Tobu District Park Office Pemerintah Metropolitan Tokyo di Shiba Park di Distrik Minato, Tokyo pada 13 Mei 2020. (Mariko Miyahara)

Jika dibandingkan dengan pemandangan 60 tahun lalu saat peringatan 100 tahun monumen tersebut didirikan, yang terjadi saat ini sangat sederhana. Jika dulu upacaranya dihadiri oleh berbagai orang penting seperti Duta Besar A.S untuk Jepang, Douglas MacArthur II, hingga gubernur Tokyo. Even tersebut bahkan menjadi headline di surat kabar dan TV. Dan selain adanya upacara, ada berbagai even peringatan 100 tahun seperti sebuah pameran berskala besar di Isetan dan department store Hankyu yang memamerkan berbagai item yang disimpan oleh keluarga para keturunan, jamuan makan, konser musik, pelayaran kapal pesiar, dan sebuah dorama TV bertema delegasi yang ditayangkan oleh NHK.  

keturunan samurai jepang japanesestation.com
Mariko Miyahara (kiri), dan Shoichi Murayama (kanan), para direktur dari Society of Descendants of the First Japanese Embassy to the United States America 1860 Inc., berpose dengan Ayako Terashima, seorang staf dari Tobu District Park Office Pemerintah Metropolitan Tokyo di depan Centennial Anniversary Monument of the Treaty of Amity and Commerce antara Jepang dan Amerika pada 1860 di Shiba Park di Distrik MInato, Tokyo pada 13 Mei 2020 (Mariko Miyahara)

Mariko Miyahara (65), cicit buyut dari Muragaki Awaji-no-kami Norimasa (1813-1880), yang menjabat sebagai wakil duta besar delegasi samurai tahun 1860 mengenang saat ia menarik tali untuk membuka tirai putih yang menutupi monumen di Taman Shiba pada 27 Juni 1960. Saat itu, ia masih menjadi seorang gadis kecil berusia 5 tahun yang hadir sebagai peserta upacara bersama dengan sang ayah,  Masazumi Muragaki, cicit Norimasa yang sekarang berusia 97 tahun.

keturunan samurai jepang japanesestation.com
Mariko Miyahara (5), mengenakan kimono bersama ayahnya, Masazumi Muragaki (37), di depan Centennial Anniversary Monument of the Treaty of Amity and Commerce antara Jepang dan Amerika pada 1860 di Shiba Park di Distrik MInato, Tokyo pada 13 Mei 2020 (Mariko Miyahara)
keturunan samurai jepang japanesestation.com
Masazumi Muragaki (97) berpose di depan Centennial Anniversary Monument of the Treaty of Amity and Commerce antara Jepang dan Amerika pada 1860 di Shiba Park di Distrik Minato, Tokyo. (Mariko Miyahara)

"Ayah saya diundang ke upacara tersebut sebagai perwakilan keluarga Muragaki dan ditanya apakah ada seorang wanita yang dapat menyingkap tirainya. Ayah pun menjawab bahwa ia memiliki putri berusia 5 tahun, dan itulah bagaimana saya mendapat peran tersebut. Karena saya tak memiliki kimono, kerabat saya meminjamkannya dan bibi saya memakaikannya,” kenangnya.

"Saya ingat Duta Besar MacArthur memanggil nama saya saat itu, 'Mariko-sa---n,' lalu kami berjabat tangan. Tangannya sangat besar dan berbulu, sangat menarik,” tambah Miyahara.

Sebagai seorang gadis kecil, ia mengaku tak tahu apapun tentang Amerika saat itu, namun setelah ia menjabat sebagai direktur dari Society of Descendants of the First Japanese Embassy to the United States America 1860 Inc., Miyahara pun mendedikasikan dirinya untuk menginformasikan tentang peran historis para delegasi dalam diplomasi modern Jepang.