Share on

Dalam sidang parlemen yang dihadiri beberapa politikus perwakilan Komite Kabinet Dewan Perwakilan Rakyat Jepang pada Rabu (13/5) lalu, Takuya Hirai, seorang politikus anggota Partai Demokrat Liberal, tertangkap basah tengah menonton sebuah video buaya dalam tablet miliknya. Parahnya lagi, video tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan topik sidang tersebut yang membahas tentang masa pensiun bagi para jaksa penuntut Jepang.  

Ketika ditanya oleh awak media, Hirai mengatakan bahwa ia menonton video itu hanya sekitar satu atau dua detik saja. Namun, laporan mengatakan bahwa ia telah menonton video tersebut selama hampir 5 menit. Malah, insiden ini dilaporkan telah terjadi selama 9 menit, tepat setelah sidang dimulai, ketika 2 politikus lain tengah melakukan sesi tanya jawab.

Meskipun begitu, Hirai tetap bersikukuh kalau video tersebut tiba-tiba lewat begitu saja.

“Video itu tiba-tiba muncul dan langsung terputar otomatis ketika aku sedang mndengarkan [politikus lain],” ujar Hirai.

Kejadian ini tentunya mengundang komentar beragam dari netizen Jepang. Misalnya:

“Jika itu adalah video kucing, aku akan memaafkannya.”

“Jadi begini ya cara pajak kita digunakan…”

“Aku lega karena yang dia tonton bukan video porno!”

“Video buaya bukanlah sesuatu yang tiba-tiba ‘muncul’.”

“Sangat manis!Apalagi ketika dia berkata, ‘videonya mendadak muncul’!”

“Alasannya buruk sekali, hanya selevel anak SMP.”

“Fakta bahwa ia tidak dapat berkonsentrasi meski hanya 9 menit saja… apakah dia anak SD?!”

Tablet memang diperbolekan dipakai dalam sidang parlemen setelah Digital Procedural Bill disahkan pada April 2019. Kebetulan, Hirai adalah politikus pertama yang menggunakan tablet dalam sidang tersebut. Namun, mungkin dia tak akan mau  menggunakannya lagi setelah kejadian video buaya ini.

Sebenarnya Hirai bukanlah orang pertama yang tertangkap basah melakukan hal lain di saat bekerja. Meskipun begitu, Hirai sebaiknya mempertimbangkan untuk work from home mulai dari sekarang, untuk menghindari kejadian memalukan seperti ini.