Share on

Jika kamu berpikir ingin “kabur” sesaat dari berita COVID-19 dengan cara berlibur ke Gunung Fuji di musim panas ini, sepertinya keinginanmu harus ditunda sementara. Kini, Gunung Fuji pun ikutan “lockdown”.

Dalam keadaan status darurat Jepang seperti sekarang, tentu saja kita harus melakukan social distancing dan hanya ke luar rumah saat dibutuhkan. Meskipun begitu, masih saja banyak penduduk Jepang yang tidak patuh dan tetap ke luar rumah. Jadi, tak aneh jika di antara orang-orang bandel ini ada yang berencana untuk hiking ke gunung tertinggi di Jepang itu saat musim panas ini. Namun, kini, bukan hanya tidak boleh mendaki Gunung Fuji di musim panas ini, kamu memang tidak bisa mendakinya, karena gubernur setempat telah memutuskan untuk menutup jalur Yoshida-guchi di Yamanashi untuk umum saat musim panas ini.  

Gunung Fuji (grapee.jp)
Gunung Fuji (grapee.jp)

Sebagaimana dilaporkan Jiji Press, Gubernur Yamanashi, Kotaro Nagasaki, mengumumkan ia berencana untuk menutup jalur hiking selama musim panas 2020 untuk mencegah  penyebaran corona virus makin parah.

Keputusan untuk menutup sementara jalur hiking ini diumumkan pada Jumat, 1 Mei lalu setelah adanya rapat yang dihadiri oleh kantor pemerintahan prefektur dan walikota Fujiyoshida (kota di kaki Gunung Fuji), Shigeru Horiuchi. Dalam rapat tersebut, Horiuchi mengungkapkan beberapa kesulitan yang dialami destinasi wisata tersebut akibat virus corona.

Fujiyoshida (grapee.jp)
Fujiyoshida (grapee.jp)

Beberapa hari sebelum pengumuman tersebut, gubernur empat prefektur Jepang yaitu Shizuoka, Nagano, Niigata dan Yamanashi, meminta agar orang-orang menahan diri dan tidak mengunjungi destinasi wisata populer seperti Gunung Fuji dan  Karuizawa.

Kini, jalur hiking yang biasanya dibuka untuk para hiker dan pendaki pada musim panas dari 1 Juli hingga 10 Agustus ini telah menutup pondok-pondok di hutannya dan telah membuat beberapa stasiun pertolongan pertama di jalur ini.

Rupanya penutupan jalur bukan hanya terjadi di jalur Yoshida-guchi, semua pondok di sepanjang jalur Fujinomiya juga telah diutup, dan jalur Subashiri juga kinii tengah mempertimbangkan untuk menutup jalurnya. Artinya, tingga rute Gotemba-lah yang masih dibuka, meski sepertinya mereka juga akan mulai menutupnya.

Gunung Fuji adalah gunung tertinggi di Jepang dengan tingginya yang mencapai 3776 meter. Gunung ini juga dikenal bukanlah gunung yang mudah ditaklukan. Meskipun begitu, setiap tahunnya gunung ini mampu menyedot sekitar 200.000 hingga 300.000 pendaki yang ingin menginjakkan kakinya di puncak gunung tertinggi di Jepang ini. Karena itu, gunung ini juga memiliki banyak pondok yang dapat disewa oleh pendaki yang ingin beristirahat sebelum melanjutkan pendakian mereka.

Nah, karena tidak bisa mendaki Gunung Fuji untuk sementara, lebih baik kita perisapkan diri biar nanti setelah jalurnya dibuka kembali, kita bisa mendaki Gunung Fuji dengan nyaman!