Share on

Berita heboh hadir dari Kota Aomori baru-baru ini, ketika sebuah tempat parkir milik pribadi mulai mengenakan tarif yang sangat tinggi yaitu 5.000 yen (sekitar 600 ribu rupiah) per jam.  Kenaikan tarif tersebut bertepatan dengan Festival Nebuta yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 7 Agustus. Festival Nebuta adalah salah satu festival terkenal di Jepang, dimana kalian dapat melihat arak-arakan indah dari berbagai karakter.

Advertise With Us

Meskipun festival ini menarik banyak turis dari Jepang dan seluruh dunia, 5.000 yen untuk satu jam parkir itu adalah hal yang berlebihan.  Menurut manajemen yang memiliki lahan tersebut, harga itu merupakan salah satu strategi agar para tamu menginap di hotel terdekat atau menggunakan kendaraan umum. Bagi siapa pun yang menyewa kamar di Hotel JAL Aomori atau makan di restoran mereka akan mendapat potongan harga dengan menunjukkan tanda terima. Sehingga harga tersebut akan dianggap mahal bagi mereka yang hanya ikut parkir saja, karena memang sebetulnya lahan tersebut merupakan parkiran yang diperuntukan bagi para tamu hotel dan restoran.

Salah satu pelanggan dilaporkan menghabiskan 65.000 yen (sekitar 8,6 juta rupiah) karena memarkirkan kendaraannya di situ selama 13 jam. Pria lain juga dikatakan telah menghabiskan 20.000 yen (2,6 juta rupiah) setelah memarkirkan kendaraannya selama 4 jam, dan dia mengatakan kepada media bahwa dia merasa tidak senang serta tidak menyadari akan peringatan mahalnya tarif ketika memasuki lahan tersebut.

Namun, komentar online sebagian besar lebih pro kepada manajemen tempat parkir, mereka menganggap bahwa siapa pun yang merasa tertipu ke parkir di sana seharusnya lebih berhati-hati. Berikut adalah komentarnya:

"Sangat masuk akal." "Bahkan di tengah kota Tokyo pun, harga tersebut terlalu mahal." "Itu per bulan kan?" "Tarifnya seperti tarif host club!" “Bahkan jika orang-orang tidak memperhatikan tanda itu, saya tidak akan menyalahkan manajemen. Anda harus memperhatikan di mana Anda parkir. ” "Ini dunia yang bebas, mereka dapat memasang tarif sebesar apapun yang mereka mau."

Bagaimana menurut kalian mengenai kebijakan dari lahan parkir di Aomori tersebut?

(featured image: Twitter @burogunes)