Berita Jepang | Japanesestation.com

Pandemi COVID-19 memang berpotensi membuatmu kesepian. Ya, meski orang-orang sudah belajar untuk tetap berkomunikasi dengan teman, keluarga dan kolega melalui video chat, tetap saja rasanya ada yang hilang. Namun, jangan khawatir, kamu tetap bisa mendapatkan kontak fisik dengan healing robot yang akan mengusir rasa sepimu di tengah pandemi!

Ya, pandemi COVID-19 membuat daya beli "Healing robot" masyarakat Jepang meningkat. Robot-robot imut seperti Lovot, robot humanoid yang hobi memeluk produksi Groove X Inc.; Aibo si robot anjing buatan Sony Corp; dan Qoobo, sebuah boneka berbulu dengan ekor yang bisa begerak karena reaksi gesekan buatan Yukai Engineering Inc., kini dicari-cari orang.

Dilansir dari Kyodo News, Lovot dan Aibo dapat mengumpulkan data terkait keadaan “majikannya” dan melaporkannya secara remote. Karena itulah beberapa orang menghadiahkan automaton ini pada orang tua mereka yang telah berusia lanjut dan tinggal di tempat yang jauh dan sulit dikunjungi akibat risiko infeksi yang tinggi.  

"Saat orang-orang merasa cemas atau kesepian, mereka biasanya menginginkan kontak fisik,” ujar Hiroshi Ishiguro, seorang professor of intelligent robotics di Osaka University, menjelaskan tentang alasan di balik tren ini.

"Melalui healing robot, mereka dapat merasakan adanya eksistensi orang lain yang sulit dirasakan melalui telepon dan video chat,” tambahnya.

Lovot, sebuah robot yang menyerupai maskot dengan mata bulat bertinggi 43 centimeter misalnya. Ia “menghampiri” sebuah taman kanak-kanak di Nagoya untuk menolong anak-anak yang stress karena pandemi COVID-19.

robot Jepang covid-19 japanesestation.com
Orang-orang melihat LOVOT, robot yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Groove X Inc yang didesain untuk "meningkatkan level kenyamanan dan rasa kasih sayang," yang dijual di department store Takashimaya di Prefektur Aichi pada 2 Oktober 2020. (kyodonews.net)

Dengan lebih dari 50 sensor, robot ini dapat mendeteksi, mendekati, dan membuat kontak mata dengan pemiliknya. Selain itu, sensor ini juga dapat membuatnya merasakan di mana ia disentuh dan menghindari penghalang.

Beratnya juga cukup ringan, hanya 4,2 kilogram saja, membuatmu mudah mengangkatnya. Ia juga memiliki sepasang lengan yang dapat diatur sesuka hati jika ingin memeluknya dan suhu normal “tubuh” robot ini sama dengan manusia, sekitar 37o Celcius!

Robot ini bisa diatur untuk “tidur” saat di-charge dan uniknya, robot ini bisa cemburu! Ya, dalam situs pengembangnya, Lovot bisa cemburu jika sang pemilik memiliki dua Lovot dan Lovot yang lain mendapat perhatian lebih. Lucu ya?

Di TK Moriyama yang mendapatkan dua Lovot, Kepala Sekolah Kyoshin Kodama mengatakan bahwa dengan berinteraksi bersama para Lovot, anak-anak lebih tenang, menghapuskan kekhawatirannya bahwa pandemi dapat memiliki dampak jangka panjang pada anak-anak.

Sementara itu, sebuah department store besar di Nagoya mengatakan bahwa meski harganya cukup mahal, 329.780 yen (sekitar 46 juta rupiah), penjualan robot ini naik 15 kali lipat pada bulan September.

Robot ini memang hebat, dengan sebuah kamera yang dapat memberi pengelihatan 360 derajat, ia dapat melihat “hal tak beres” yang terjadi dalam rumah dan melaporkannya secara remote pada sang pemilik. Ia juga dapat membagikan data seperti berapa kali ia disentuh dan melaporkan bagaima keadaan pemiliknya.

Fungsi yang sama juga dimiliki oleh Aibo si robot anjing. Ia sangat populer di kalangan orang-orang berusia 30 hingga 40 tahunan sebagai hadiah bagi orang tua mereka untuk menjamin keselamatan orang tua mereka dari jauh.

robot Jepang covid-19 japanesestation.com
Aibo (groove-x.com)

Sejak generasi pertama Aibo diluncurkan lebih dari 20 tahun yang lalu, Aibo mengalami banyak perubahan. Bahkan, menurut situs resminya, Aibo generasi ke-6 dapat mendeteksi hingga 10 wajah. Ia juga membiarkan sang pemilik dapat mengatur fitur yang dimilikinya, speerti warna mata atau menentukan apakah ia jantan atau betina, keren! Terkait tingkat penjualan, robot imut ini terus terjual seiring dengan meningkatnya waktu orang-orang di rumah.

robot Jepang covid-19 japanesestation.com
Qoobo (endgaget.com)

Sementara itu, Qoobo telah terjual sebanyak 608 unit pada September lalu, naik sekitar 2,6 kali lipat dibandingkan tahun lalu. Yukai Engineering, sang developer, menagatakan bahwa “robot theurapeutic” mereka awalnya didesain bagi orang-orang yang tak dapat memelihara hewan karena alergi dan lain-lain, meski kini popularitasnya telah meningkat. Mereka pun berencana untuk mengembangkan produk baru pada Desember mendatang.

Ishiguro, seorang profesor di Osaka University, memprediksi bahwa permintaan healing robot akan terus meningkat selama pandemi berjalan. 

Bagaimana? Apa kamu juga ingin memiliki healing robot juga?