Menaiki kereta mungkin terasa sebagai aktivitas sehari-hari bagi banyak orang. Namun bagi penyandang tunanetra, setiap perjalanan memiliki tantangan tersendiri yang sering kali luput dari perhatian. Melalui kisah nyata ini, kita diajak memahami bagaimana hal-hal sederhana dapat memberikan rasa aman dan membuat perjalanan menjadi jauh lebih nyaman.
Berdiri di Samping Pintu Lebih Aman
Ryoku, seorang penyandang tunanetra yang rutin menggunakan kereta di Tokyo, membagikan alasan mengapa ia selalu berusaha berdiri di area samping pintu. Menurutnya, posisi tersebut lebih mudah dikenali sehingga ia tidak perlu berjalan terlalu jauh ke dalam gerbong yang berisiko membuatnya bertabrakan dengan penumpang lain.
Sebelum naik, Ryoku biasanya mengandalkan suara di sekitar untuk mengetahui apakah penumpang sudah selesai turun dan kondisi di dalam kereta cukup aman. Setelah masuk, ia langsung mencari ruang di samping pintu agar dapat berdiri dengan tenang selama perjalanan.
Namun, tempat itu tidak selalu tersedia. Jika area tersebut sudah dipenuhi penumpang, Ryoku terpaksa berdiri tepat di depan pintu. Kondisi ini membuatnya harus turun sejenak setiap kali kereta berhenti agar tidak menghalangi penumpang yang hendak keluar atau masuk. Baginya, pilihan itu masih lebih aman dibandingkan dengan harus bergerak ke tengah gerbong yang ramai.
Bantuan Sederhana yang Sangat Berarti
Ryoku mengaku sangat terbantu ketika ada penumpang yang dengan sukarela memberikan ruang di samping pintu. Gestur sederhana itu membuatnya merasa lebih aman sekaligus mengurangi kekhawatiran akan mengganggu orang lain selama perjalanan.
Melalui pengalamannya, Ryoku tidak meminta perlakuan khusus. Ia hanya berharap masyarakat lebih memahami kebutuhan penyandang disabilitas saat menggunakan transportasi umum. Terkadang, memberi sedikit ruang atau menunjukkan kepedulian sudah cukup untuk membuat perjalanan seseorang menjadi jauh lebih mudah.