Share on

Seorang kakek di Jepang yang bernama Dr. Shigeaki Hinohara telah meninggal pada tanggal 18 Juli yang lalu. Meski demikian ia telah menjalani hidup dalam tahun-tahun yang menakjubkan hingga usia 105 tahun. Di penghujung masa hidupnya, ia mengungkap berbagai rahasia untuk menjalani hidup yang panjang, yang ia jalani dengan gaya hidup yang aktif.

Seperti dikutip dari nextshark.com, kakek di Jepang bekerja yang sebagai dokter tersebut mengungkap bahwa rahasia panjang umurnya antara lain adalah dengan tidak pensiun. Filosofi itulah yang membuatnya terus bekerja melewati usia pensiun yang disarankan di Jepang yaitu pada usia 65 tahun, dan percaya bahwa "hidup adalah tentang kontribusi". Bahkan berbulan-bulan sebelum kematiannya, Dr. Hinohara masih merawat pasien dan bekerja sampai 18 jam sehari. "Jangan pensiun. Jika Anda harus pensiun, pensiunlah setelah usia 65 tahun," ujar dokter Jepang tersebut menasehati orang-orang yang ingin hidup lebih lama.

Kakek di Jepang Berusia 105 Tahun Ini Mengungkap Rahasia Panjang Umurnya
Image via Wikimedia Commons/Karsten Thormaehlen (CC BY 4.0)

Dr. Hinohara juga mengklaim bahwa karena fokus pada pekerjaannya ia tidak pernah merasa lapar, dan diet yang dilakukannya terdiri dari sayuran, 100 gram daging tanpa lemak, nasi dan ikan serta menyarankan orang-orang agar selalu menaiki tangga untuk menghindari kelebihan berat badan. Ia juga menyarankan orang-orang agar tidak "membabi buta mengikuti" apa yang dikatakan dokter kepada mereka. "Terapi musik dan hewan dapat membantu lebih dari yang sebagian besar dokter bayangkan," menurut Dr. Hinohara.

"Sebaiknya jangan sampai melarang tubuh dengan terlalu banyak aturan seperti makan siang atau tidur," ungkap Dr. Hinohara tentang bersenang-senang yang juga merupakan salah satu rahasia umur panjangnya. "Rasa sakit itu misterius, dan bersenang-senang adalah cara terbaik untuk melupakannya," ungkap Dr. Hinohara yang menambahkan bahwa "bersenang-senang" juga bisa diaplikasikan sebagai alat untuk menghilangkan rasa sakit, contohnya bagaimana seorang anak melupakan rasa sakit giginya saat mulai bermain game.