Share on

Seorang pria Jepang dari Prefektur Kanagawa berusia 60an yang belum menikah, baru-baru ini menandatangani kontrak bersama rumah duka untuk mengatur layanan dan urusan pribadinya setelah kematiannya karena khawatir ia akan meninggal sendirian. Pria itu tinggal di panti jompo dan tidak memiliki keluarga terdekat yang dapat ia minta pertolongannya untuk mengurus pengaturan segala hal setelah ia meninggal dunia.

"Saya sedang berpikir untuk mempersiapkan akhir hidup saya sebanyak yang saya bisa," kata pria dari kota Yamato, yang menolak untuk disebutkan namanya.

Pria itu didampingi seorang pejabat lokal Yamato untuk menandatangani kontrak layanan pemakaman pada bulan Februari lalu. Pejabat pemerintah lokal mengatakan bahwa para lansia tersebut tidak ingin bergantung kepada teman atau kerabat mereka dan khawatir akan merepotkannya sehingga lebih memilih layanan yang disediakan oleh pemerintah daerah setempat.

Pemerintah kota memperkenalkan layanan ini pada bulan April 2016, menargetkan orang-orang tanpa keluarga atau uang yang tidak mencukupi untuk mengurus pengaturan seperti pemakaman dan kremasi. Menurut kantor setempat, uang sebanyak 206.000 yen disediakan untuk menutupi pengeluaran setiap orang.

Pemerintah Daerah Jepang Memberikan Bantuan Bagi Orang yang Takut Meninggal Sendirian
(image : QZ)

Orang yang terdaftar akan diberi kartu bertuliskan nama operator pemakamannya dan informasi kontak pemerintah kota. Karena dia hidup sendirian, pemerintah setempat juga akan melakukan kunjungan rutin untuk mengecek keberadaannya.

Pada bulan Januari, pemerintah kota Chiba bekerja sama dengan perusahaan asuransi Aeon Life Co, juga mulai mengadakan lokakarya dan konsultasi untuk penduduk yang lanjut usia atau merencanakan pengaturan setelah kematian mereka.

Pusat dukungan pemerintah kota juga melakukan survey kepada penduduknya serta memberikan referensi kepada mereka yang membutuhkan akses ke rumah sakit atau panti jompo. Mereka juga mengurus segala urusan kliennya melalui surat wasiat sehingga dapat mengatur urusan mereka setelah meninggal.

(featured image : Nippon)