Share on

Mottainai yang merupakan kata bahasa Jepang yang diterjemahkan sebagai "sia-sia belaka!" Ini digunakan untuk mengungkapkan penyesalan ketika sumber daya atau hal yang pernah dimiliki terbuang sia-sia, mirip dengan istilah bahasa Indonesia "sayang" yang dapat digunakan untuk menjelaskan hal yang sama.

Ini juga merupakan filosofi Buddha yang tertanam dalam DNA budaya Jepang selama berabad-abad, untuk menghormati dan tidak menyia-nyiakan sumber daya, dan menggunakannya dengan rasa syukur. Seperti yang orang Jepang katakan, "Dalam cerita mitos ada cerita tentang hantu Mottainai yang akan datang dan menangkap kalian jika kalian menyia-nyiakan makanan atau benda yang masih bermanfaat".  Bukan hanya makanan atau benda, waktu pun dianggap sebagai sesuatu yang perlu digunakan secara bijak.

Beberapa berpendapat menganggap bahwa budaya mottainai mengalami kemunduran di Jepang modern dengan pertumbuhan eksponensial masyarakat konsumen. Meskipun demikian, mottainai terdaftar sebagai kata kedua dari 7 kata terbaik atau praktik budaya yang paling menggambarkan budaya unik Jepang saat ini. Beberapa contoh Mottainai termasuk penggunaan air limbah di kota metropolitan modern seperti Tokyo, yang digunakan untuk menyiram toilet di bangunan modern. Budaya mottainai juga meluas ke meja, di mana membuang-buang makanan bahkan sebutir beras dianggap tidak sopan! Praktek hormat berasal dari kepercayaan Shinto yang menganggap bahwa ratusan dan ribuan dewa dan roh ada di setiap objek benda. Menggunakan benda dengan hati-hati sangat penting karena benda diyakini memiliki jiwa dan karena itulah tidak boleh sembarangan dibuang.

Mengenal Budaya Mottainai : Gaya Hidup Jepang Dalam Meminimalisir Pembuangan Sia-Sia
(image : Japan365)

Jepang sebagai negara kepulauan kecil, yang hampir tidak memiliki sumber daya alam yang signifikan, sangat bergantung pada pengembangan sumber daya manusianya. Apalagi tahun-tahun setelah Perang Dunia II, orang Jepang telah belajar untuk hidup selaras dengan lingkungannya dengan menggunakan sumber daya kecil dengan cara yang sangat efisien. Orang-orang mendaur ulang segalanya dan tidak membuang apa-apa.