Share on

Di beberapa negara di Asia, serangga dianggap sebagai makanan wajar dan lezat. Banyak orang bahkan bilang bahwa makan serangga yang dimasak dengan bumbu sama rasanya dengan makan udang kecil dan ikan teri. Tetapi sejujurnya, di sebagian besar negara ini, makan serangga bukan lagi hal yang umum seperti zaman dulu.

Advertise With Us

Di Jepang, memakan serangga mengingatkan akan kehidupan di Jepang saat masa-masa sulit, kelaparan dan kemiskinan, seperti saat masa perang. Tetapi, hingga saat ini, serangga masih bisa ditemukan dijual sebagai makanan di beberapa tempat, bahkan beberapa tempat menjadikan serangga sebagai menu makanan yang mewah!

Kapan Serangga Mulai Dimakan di Jepang?

Larva Kalengan
Larva kalengan yang dijual di Jepang (tsunagujapan.com)

Ada catatan yang menunjuk bahwa serangga mulai dikonsumsi di Jepang sejak zaman Edo (1603-1868). Namun, sebagian besar orang mengingat Perang Dunia II sebagai masa kelangkaan makanan, dan orang-orang mulai memakan serangga karena kebutuhan.

Namun saat ini, masih ada orang-orang yang dengan bangga mengakui bahwa mereka memakan serangga. Salah satu koki serangga paling terkenal di dunia adalah Shoichi Uchiyama, orang Jepang dari Nagano. Dan, coba tanyakan orang Jepang, di Jepang daerah mana mereka bisa makan jangkrik dan belalang. Jika mereka jujur, mereka akan menjawab “Nagano”. Bahkan masih ada juga festival makan serangga.

Serangga Apa yang Dimakan di Jepang?

Inago
Inago, menu belalang goreng yang ditumis dengan kecap dan gula (blog.gaijinpot.com)

Jangkrik dan belalang adalah kudapan serangga paling populer di Jepang. Belum lama ini mereka masih dijual kalengan di konbini! Mereka juga masih bisa dipesan secara online dan dimakan di beberapa izakaya, dan rasanya sangat enak. Rasa dan sensasi makan jangkrik dan belalang sering dibandingkan dengan udang, direkomendasikan untuk pemula dan sebagai cemilan pendamping minum bir.

Serangga populer lainnya adalah hachinoko, yang secara harfiah diterjemahkan menjadi 'larva lebah’. Ada juga kaiko (kepompong ngengat sutra), dan menu zazamushi yang terdiri dari berbagai jenis larva, terutama larva lalat batu. Menu larva ini lebih ekstrim dibandingkan jangkrik dan belalang. Masih banyak serangga lain yang dimakan di Jepang, tetapi ini adalah yang paling umum.

Dimana di Tokyo Bisa Mencoba Serangga?

Sushi Serangga
Sushi Serangga, makanan Jepang ekstrim (glamroz.com)

Jika kamu bisa makan udang, sepertinya tidak ada yang perlu ditakuti dari memakan serangga, karena udang pada dasarnya adalah kecoa laut.

Penggemar serangga di Jepang mengatakan tidak ada salahnya mecoba menangkap serangga sendiri di alam dan memasaknya. Tetapi kamu selalu bisa memesan belalang dan larva tawon kalengan secara online. Mereka dijual di toko serba ada, dan bahkan di vending machine, tetapi menemukannya akan sangat jarang saat ini.

Tetapi mungkin cara paling aman dan menyenangkan untuk mencoba hewan merayap yang menyeramkan di Jepang adalah dengan pergi ke restoran.

1. Kome to Circus

Kome to Circus sangat kreatif dan eksperimental dengan menu masakan serangga mereka, seperti jangkrik rebus kedelai dari Nagano. Mereka bahkan memiliki smoothie dan cocktail serangga! Cabang terbaru mereka di PARCO Shibuya juga memiliki interior modern yang keren, jadi pasti banyak orang yang terkejut ketika melihat menunya!

Selain serangga, mereka juga memiliki menu hewan langka lainnya seperti daging unta dan kangguru.

2. Hanbei

Semua izakaya memiliki kesan retro dan tradisional, tetapi Hanbei benar-benar membawa pengunjung kembali suasana zaman Showa, dari desain interior, musik, hingga seragam staf. Dan tentu saja, Showa dimulai dari tahun 1926 hingga 1989, saat Perang Dunia II dan kelangkaan pangan terjadi, jadi menu di Hanbei mencerminkan hal itu. Menu disini sangat murah, mereka juga menawarkan jangkrik dan larva.

Hanbei memiliki lebih dari selusin cabang di Tokyo, dan lebih banyak lagi di seluruh Jepang.