SHARE THIS ARTICLE

Sejak munculnya rumor bahwa Kaisar Jepang yang tengah bertakhta, Akihito, atau yang dikenal juga sebagai Kaisar Heisei yang tengah bertakhta di Jepang ingin turun takhta disebabkan oleh faktor usia dan kesehatan, masyarakat Jepang telah bertanya-tanya kapan hal ini akan terjadi.

Saat ini belum ada aturan hukum di Jepang yang membolehkan kaisar yang sedang bertakhta untuk turun takhta, namun pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk membolehkan terjadinya hal tersebut. Besar kemungkinan, jika Kaisar Akihito diperbolehkan turun takhta, hal tersebut akan dilakukan pada 1 Januari tahun 2019.

Kaisar Akihito, atau Kaisar Heisei (image: twitter.com/okarinmetal)

Tanggal tersebut secara harfiah akan menjadi hari tibanya sebuah era baru di Jepang, karena walaupun Jepang menggunakan penanggalan Masehi, seringkali mereka juga menggunakan penanggalan Jepang, di mana tahun dinamai dengan nama era. Contohnya adalah tahun 2017, dalam penanggalan Jepang disebut sebagai tahun Heisei 29. Heisei yang memiliki arti “kedamaian di mana-mana”, adalah nama zaman di mana Kaisar Akihito bertakhta di Jepang.

Melakukan pergantian kaisar, yang juga menjadi pergantian satu zaman dilakukan pada tanggal 1 Januari, akan membuat konversi tanggal menjadi lebih mudah, karena dengan demikian penanggalan Jepang dan Masehi akan dimulai pada hari yang sama. Meski demikian, jika Kaisar Jepang yang bertakhta turun takhta, zaman Heisei akan berakhir, dan Putra Mahkota Naruhito akan naik takhta menjadi Kaisar Jepang yanng baru, maka dimulailah sebuah zaman baru di mana sebuah nama baru untuk zaman tersebut harus dipilih.

Putra Mahkota Naruhito beserta istrinya, Masako, dan putrinya, Aiko (image: twitter.com/hkuspcoltgo1)

Berita ini membuat netizen Jepang membuat beragam spekulasi mengenai nama apa yang akan digunakan untuk zaman baru tersebut, seperti komentar-komentar berikut ini: “Bagaimana kalau zaman Toso (perjuangan)?,” “Akankah diberi nama zaman Nintendo?,” “Bagaimana dengan Heisei Ver1.2?,” “Zaman PPAP akan datang!,” “Memang kita masih butuh sistem seperti ini ya? Merepotkan, tahu,” dan, yang mungkin diamini oleh banyak orang di Jepang, “Nama apapun yang dipilih, semoga huruf kanji-nya mudah ditulis.

(Featured image: en.rocketnews24.com)

Source : rocketnews24
COMMENT