Berita Jepang | Japanesestation.com

Masakan Jepang memiliki beragam makanan fermentasi yang tidak hanya lezat, tetapi juga menyehatkan. Salah satunya adalah nukazuke, acar tradisional yang dibuat melalui proses fermentasi dedak padi. Di balik rasanya yang khas, makanan sederhana ini telah menjadi bagian penting dari budaya kuliner Jepang selama ratusan tahun dan masih digemari hingga kini.

Acar Fermentasi dengan Cita Rasa Unik

Nukazuke Acar Jepang yang Tetap Populer Selama Ratusan Tahun
Proses pembuatan Nukazuke. (© PhotoAC)


Nukazuke dibuat dengan merendam sayuran dalam nukadoko, yaitu campuran dedak padi, garam, dan air yang difermentasi. Selama proses tersebut, sayuran menyerap berbagai nutrisi sekaligus menghasilkan rasa gurih, sedikit asam, dan aroma khas hasil fermentasi. Teknik ini mulai populer sejak zaman Edo ketika konsumsi nasi putih meningkat dan dedak padi dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami.

Nukazuke Acar Jepang yang Tetap Populer Selama Ratusan Tahun
Nukazuke bisa ditambah berbagai sayuran kesukaan sesuai selera (© PhotoAC)

Sayuran yang paling sering digunakan antara lain mentimun, lobak daikon, terong, dan wortel. Namun kini, bahan lain seperti tomat ceri, paprika, okra, telur rebus, hingga keju juga mulai diolah menjadi nukazuke dengan cita rasa yang berbeda. Setiap daerah di Jepang bahkan memiliki resep nukadoko sendiri, misalnya dengan menambahkan rumput laut kombu, cabai, kulit yuzu, atau jamur shiitake untuk memperkaya rasa.

Baik untuk Kesehatan

Nukazuke Acar Jepang yang Tetap Populer Selama Ratusan Tahun
Bumbu nukazuke bisa ditambahkan bumbu agara rasanya lebih lezat. (© PhotoAC)


Selain menjadi pelengkap makan, nukazuke dikenal sebagai makanan yang baik untuk kesehatan usus. Proses fermentasi menghasilkan berbagai bakteri baik, termasuk bakteri asam laktat, yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus. Sayuran yang difermentasi juga menyerap nutrisi dari dedak padi, seperti vitamin B1 dan kalium, sehingga nilai gizinya meningkat.\

Meski terlihat sederhana, membuat nukazuke membutuhkan perawatan rutin. Adonan fermentasi harus diaduk setiap hari agar mikroorganisme di dalamnya tetap aktif. Tak heran jika banyak keluarga di Jepang mewariskan nukadoko dari generasi ke generasi, sehingga setiap rumah memiliki cita rasa nukazuke yang unik dan khas.