SHARE THIS ARTICLE

廊下を歩く大学生達

Usia mahasiswa adalah usia di mana seseorang ingin mencoba dan menikmati hal-hal baru. Di usia ini kebutuhan hidup semakin kompleks karena tak hanya menyangkut biaya kuliah namun juga gaya hidup. Banyak mahasiswa yang rela mencari pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup agar tidak dibilang ketinggalan. Selain itu, pekerjaan sampingan juga bisa dijadikan media untuk belajar mandiri

Memiliki pekerjaan sampingan sudah merupakan hal yang lazim bagi mahasiswa di seluruh dunia. Tak terkecuali di negara Jepang. Lebih dari setengah dari total mahasiswa di Jepang ternyata memiliki pekerjaan sampingan. Motivasi mereka pun bermacam-macam. Ada yang bekerja sampingan demi meringankan beban orang tua, ada yang bekerja sampingan demi bisa membeli barang-barang yang mereka sukai seperti gadget maupun baju baru.

shutterstock_72434743-606x403

Pekerjaan sampingan yang dilakukan para mahasiswa di Jepang pun bermacam-macam. Sama seperti Indonesia, ada banyak mahasiswa di Jepang yang merangkap menjadi seorang guru les privat untuk mata pelajaran tertentu. Berikut ini adalah 4 jenis pekerjaan sampingan yang paling banyak dilakukan oleh mahasiswa di Jepang.

1. Menjadi guru lest privat

Bayaran menjadi guru di Jepang sangat tinggi. Nominalnya bisa mencapai 1.279 Yen perjam atau sekitar Rp. 150.000. Itulah kenapa banyak mahasiswa Jepang yang memilih pekerjaan ini sebagai pekerjaan sampingan. Menjadi guru privat biasanya dilakukan oleh mahasiswa Jepang pada hari Sabtu dan Minggu

2. Staf promosi

Sfaf promisi ini umumnya diambil oleh mahasiswa putri. Bayaran untuk pekerjaan ini juga lumayan tinggi yakni mencapai 1.232 Yen atau sekitar Rp. 130.000 per jam. Resiko pekerjaan ini bagi mahasiswa adalah mereka dituntut untuk tampil dengan kostum sesuai dengan kostum yang telah ditentukan perusahaan. Tak jarang, kostum yang dikenakan terlihat sangat seksi

3. Staf pachinko

Pachinko merupakan sebuah jenis permainan mekanik di Jepang. Mirip seperti permainan yang biasa kita jumpai di mall. Banyak mahasiswa di Jepang yang mengambil side job sebagai staf pachinko. Bayaran per jamnya mencapai 1.172 Yen atau sekitar Rp. 128.000. Resiko dari pekerjaan ini adalah mahasiswa harus terbiasa dengan keramaian dan suasana bising

4. Menjadi asisten toko

Dibandingkan dengan pekerjaan sampingan lain, menjadi asisten toko memiliki bayaran yang paling rendah. Upah per jam “cuma” 919 Yen atau sekitar Rp.100.000.

Selain untuk mendapatkan uang saku tambahan, beberapa motivasi para mahasiswa di Jepang untuk mengambil pekerjaan sampingan adalah untuk mendapatkan teman di luar lingkungan kampus serta pengalaman hidup. Bagaimana dengan Anda?

Source : ininyata.com
COMMENT