SHARE THIS ARTICLE
Echigo-Tsumari Art Triennale- Galeri dan Festival Seni Terbesar di Dunia yang Telah Menaungi 800 Karya Selama 15 Tahun - Chiyoko Todaka (Jepang) - Yamanaka Zutsumi Spiral Works, 2006 (Foto oleh Hisao Ogose)
Chiyoko Todaka (Jepang) – Yamanaka Zutsumi Spiral Works, 2006 (Foto oleh Hisao Ogose)

Cocok bagi para art enthusiast alias pencinta seni manapun, setiap 3 tahun sekali di Perfektur Niigata, Jepang, diselenggarakanlah festival seni yang memungkinkan para pesertanya menikmati keindahan alam sekaligus mengunjungi galeri seni terbesar di dunia! Ya, selama 50 hari, para pengunjung Echigo-Tsumaru Art-Triennale akan dibawa mengunjungi 200 desa yang mencakup 190.000 hektar daerah pegunungan Niigata yang dihiasi oleh ratusan karya seni dari 160 orang seniman dari seluruh dunia – membuatnya menjadi festival seni terbesar dan paling ambisius yang pernah ada di dunia.

Echigo-Tsumari Art Triennale- Galeri dan Festival Seni Terbesar di Dunia yang Telah Menaungi 800 Karya Selama 15 Tahun - Yayoi Kusama (Jepang) - Tsumari in Bloom, 2003-ongoing (Photo oleh Osamu Nakamura)
Yayoi Kusama (Jepang) – Tsumari in Bloom, 2003-ongoing (Photo oleh Osamu Nakamura)
Echigo-Tsumari Art Triennale- Galeri dan Festival Seni Terbesar di Dunia yang Telah Menaungi 800 Karya Selama 15 Tahun  - Haruki Yukutake (Jepang) - Restructure, 2006-ongoing (Foto oleh Masanori Ikeda)
Haruki Yukutake (Jepang) – Restructure, 2006-ongoing (Foto oleh Masanori Ikeda)
Echigo-Tsumari Art Triennale- Galeri dan Festival Seni Terbesar di Dunia yang Telah Menaungi 800 Karya Selama 15 Tahun - Chiharu Shiota (Jepang) - House Memory, 2009-ongoing (Foto oleh Takenori Miyamoto)
Chiharu Shiota (Jepang) – House Memory, 2009-ongoing (Foto oleh Takenori Miyamoto)
Echigo-Tsumari Art Triennale- Galeri dan Festival Seni Terbesar di Dunia yang Telah Menaungi 800 Karya Selama 15 Tahun - Akiko Utsumi (Jepang) - For Lots of Lost Windows, 2006-ongoing (Foto oleh T. Kuratani)
Akiko Utsumi (Jepang) – For Lots of Lost Windows, 2006-ongoing (Foto oleh T. Kuratani)

Mengambil tema bahwa manusia adalah bagian dari alam, tujuan festival ini adalah untuk berinteraksi dengan keindahan dan kekayaan Perfektur Niigata yang berperan sebagai ‘kenvas’ bagi karya-karya seni yang dipajang di sana.

Echigo-Tsumari Art Triennale- Kyota Takahashi (Jepang) - Gift for Frozen Village, 2011, 2012, 2014, 2015 (Foto oleh Osamu Nakamura)
Kyota Takahashi (Jepang) – Gift for Frozen Village, 2011, 2012, 2014, 2015 (Foto oleh Osamu Nakamura)
Echigo-Tsumari Art Triennale- Katsuhiko Hibino (Jepang) - The Day After Tomorrow Newspaper Cultural Department, 2003-ongoing (Foto oleh T. Kobayashi)
Katsuhiko Hibino (Jepang) – The Day After Tomorrow Newspaper Cultural Department, 2003-ongoing (Foto oleh T. Kobayashi)

Sejak penyelenggaraan perdananya di tahun 2000, Echigo-Tsumari Art Triennale belum lama ini telah menyelesaikan penyelenggaraannya yang ke-6, dan eksistensinya selama 15 tahun dirangkum oleh kurator dan direktur festival ini, Fram Kitagawa dalam sebuah buku berjudul Art Place Japan yang menampilkan 800 karya seni yang pernah dipertontonkan di festival seni ini.

Echigo-Tsumari Art Triennale- Galeri dan Festival Seni Terbesar di Dunia yang Telah Menaungi 800 Karya Selama 15 Tahun - Yoshio Kitayama (Jepang) - To the Dead, To the Living, 2000 (Foto oleh Anzai)
Yoshio Kitayama (Jepang) – To the Dead, To the Living, 2000 (Foto oleh Anzai)
Echigo-Tsumari Art Triennale- Galeri dan Festival Seni Terbesar di Dunia yang Telah Menaungi 800 Karya Selama 15 Tahun - Takahito Kimura (Jepang) - Sun and Footprints, 2012 (Foto oleh Osamu Nakamura)
Takahito Kimura (Jepang) – Sun and Footprints, 2012 (Foto oleh Osamu Nakamura)
Source : spoon-tamago.com
COMMENT