Berita Jepang | Japanesestation.com

Pada 6 Agustus 1945, 75 tahun silam, sebuah bom atom bernama Little Boy dijatuhkan di Hiroshima oleh Enola Gay, pesawat bomber milik Amerika Serikat. Ledakan bom tersebut sangat kuat, hingga mampu membuat 60.000-80.000 orang tewas seketika. Panas dari ledakan dan asapnya yang sangat pekat, membuat ribuan orang seakan menghilang ditelan asap. Belum lagi, efek jangka panjang yang ditimbulkan, radiasi. Radiasi inilah yang membuat total penduduk tewas di Hiroshima mencapai 135.000 orang, termasuk di dalamnya beberapa tawanan Korea yang melakukan kerja paksa di Jepang, serta tahanan Amerika yang dipenjara di Hiroshima. Hiroshima pun luluh lantak hanya dalam waktu sekejap saja.

bom atom Hiroshima japanesestation.com
Enola Gay (wikipedia.org)

Nah, yang menjadi pertanyaan, mengapa harus Hiroshima?  Inilah jawabannya.

Hiroshima dipilih sebagai lokasi dijatuhkannya bom atom karena beberapa hal. Salah satunya adalah karena kota ini bukanlah target saat serangan udara Amerika sebelumnya, membuatnya menjadi lokasi paling cocok untuk menguji bom tersebut. Untuk alasan lainnya, mari kta simak penjelasan yang dilansir dari NPR berikut.

Menurut seorang sejarawan di Stevens Institute of Technology bernama Alex Wellerstein, sebelum menjatuhkan bom atom, tentara Amerika Serikat membentuk sebuah komite yang terdiri dari bebrapa beberapa petugas dan ilmuwan. Komite inilah yang memutuskan akan dijatuhkan di mana Little Boy dan Fat Man (bom yang dijatuhkan di Nagasaki). Komite ini memiliki 2 tujuan psikologis dalam menjatuhkan bom atom pertama mereka. Pertama, untuk menakuti Jepang agar mereka menyerah dan untuk membuat dunia terkagum-kagum dengan senjata baru mereka.

bom atom Hiroshima japanesestation.com
Little Boy (wikipedia.org)

Tujuan kedua ini sangatlah penting bagi para ilmuwan dalam menentukan lokasi. Ya, mereka masih menyimpan rahasia selain bom atom itu, mereka berencana untuk membuat “super-bomb” alias bom hidrogen pada beberapa tahun ke depan. Saat itu, mereka percaya bahwa bom hidrogen dengan misil dapat menghancurkan dunia.

bom atom Hiroshima japanesestation.com
Keadaan Hiroshima setelah bom atom dijatuhkan.(nbr.org)

Pada akhirnya, komite tersebut memutuskan agar bom tersebut bukan hanya dapat membunuh penduduk Jepang, namun memiliki makna lain: satu bom dari satu pesawat yang dapat meluluh lantakkan sebuah kota sekaligus. Menyeramkan? Memang. Karena memang harus menyeramkan, agar perang berakhir dan menghentikan penggunaan bom nuklir ke depannya.

Karena itulah mereka memilih Hiroshima.

"Hiroshima sangat praktis. Jika kamu menjatuhkan sebuah bom seperti ini di tengahnya, kamu akan menghancurkan hampir seluruh penjuru kotanya,” ujar Wellerstein.

Tak hanya itu, Hiroshima juga memiliki banyak pabrik dan fasilitas. Makin praktis saja. Tentara Amerika pun memperkirakan bom tersebut akan membunuh sekitar 70.000 hingga 80.000 orang dan perang akan berakhir (dan memang benar).

Dijatuhkannya bom atom di Hiroshima nyatanya memang memiliki efek “jera” bagi berbagai negara di seluruh penjuru dunia untuk beberapa dekade. Dan semoga efek jera ini berlaku seterusnya ya.

Sumber:

NBR

The Atlantic

BBC