Share on

Bagi pecinta kapal perang Jepang, mungkin tidak asing lagi dengan nama-nama kapal perang terkenal seperti Yamato, Musashi, Kongou dan lain sebagainya. Apalagi, kapal-kapal perang ini kini dimoefikasi menjadi gadis-gadis cantik dalam game seperti Kantai Collection dan Azur Lane. Namun, sebelum ada kapal-kapal modern ini, ada kapal lain yang menjadi "ibu" dari semua kapal perang Jepang. Nah, mari kita berkenalan dengannya, Kanrin Maru, kapal perang pertama Jepang!

Kanrin-maru merupakan kapal perang bertenaga uap pertama Jepang yang dibuat di Belanda atas permintaan pemerintah Jepang. Kapal ini pertama dibawa ke Jepang pada tahun 1857 dan segera digunakan sebagai sebuah kapal latihan di Naval School of Nagasaki untuk memperkaya pengetahuan Angkatan Laut Jepang akan teknologi kapal perang ala barat, sehingga angkatan laut Jepang menjadi seperti sekarang. Kapal ini juga dikenal sebagai kapal perang pertama yang melintasi Samudera Pasifik lho. Nah, ingin tau lebih jelas tentang Kanrin Maru?

Sejarah Kanrin-Maru

Kanrin Maru, kapal perang pertama Jepang (en.wikipedia.org)
Kanrin Maru, kapal perang pertama Jepang (en.wikipedia.org)

Kapal perang tenaga uap pertama Jepang ini dibangun di Belanda di antara tahun 1855 dan 1856 di galangan kapal Fop Smit di Kinderdijk (sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO). Kapal ini dilengkapi dengan mesin uap oleh Nederlandsche Stoomboot Maatschappij di Rotterdam dan 12 meriam hingga akhirnya dibawa ke Jepang pada tahun 1857. Karena itulah, kapal ini menjadi kapal perang pertama yang dibuat di Belanda untuk Keshogunan Jepang.

Nagasaki Naval School (english.cultureelerfgoed.nl)
Nagasaki Naval School (english.cultureelerfgoed.nl)

Sesampainya Kanrin Maru di Jepang, kapal ini digunakan sebagai kapal latihan di Naval School of Nagasaki oleh para tentara Belanda untuk membuat Angkatan Laut Jepang. Setelah tentara Belanda meninggalkan Jepang pada tahun 1859, kapal perang ini jadi milik Jepang seutuhnya.

Misi Diplomatik Kanrin-Maru

Dengan Katsu Kaishū (1823–1899) sebagai kapten kapal, Kanrin-Maru melintasi Samudera Pasifik pada tahun 1860 untuk menyelesaikan misi diplomatik ke Amerika Serikat. Misi simbolis dan politik ini dimanfaatkan Jepang untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka telah mampu mengejar teknologi barat sekaligus membuat perjanjian antara Amerika dan Jepang. Perjanjian tersebut berujung dengan dibukanya pintu perdagangan luar negeri Jepang. Misi ini berlangsung sampai sekarang lho, bahkan para awak kapal yang terlibat juga tetap dikenang hingga kini. Untuk mengenang peristiwa tersebut, keturunan awak kapal juga diperbolehkan berlayar dalam sebuah misi khusus yang dibentuk oleh Society of the Kanrin Maru Crew Descendants (Asosiasi Keturunan Awak Kapal Kanrin Maru)

Perang Boshin

Awak kapal Kanrin-Maru dalam Perang Boshin (english.cultureelerfgoed.nl)
Awak kapal Kanrin-Maru dalam Perang Boshin (english.cultureelerfgoed.nl)

Kanrin Maru juga turut berperan dalam Perang Boshin (1868–1869) yang merupakan perang antara mereka yang mendukung Keshogunan dan mereka yang menginginkan agar Kaisar Jepang kembali memimpin Jepang, bukan hanya berperan sebagai simbol. Perang ini berujung pada terjadinya Restorasi Meiji.

Menuju akhir dari konflik ini, pada September 1868 setelah mengalami berbagai kekalahan dari Bakufu, Kanrin Maru menjadi salah satu kapal modern yang dipimpin oleh admiral Keshogunan Tokugawa, Enomoto Takeaki, untuk berlayar menuju area timur Jepang, usaha terakhirnya untuk melayangkan serangan balik pada lawannya.

Pada tahun 1869, kapal ini diambil alih oleh Tentara Kekaisaran Jepang, dan Perang Boshin pun berakhir tak lama setelah berakhirnya masa Keshogunan dan mulainya kepemimpinan Kaisar Meiji (1852–1912; masa pemerintahan 1868–1912).

Pada akhir masa kejayaannya, Kanrin Maru hanya digunakan sebagai alat transporatasi biasa, dengan mesin dan meriam yang telah ditanggalkan dari badan kapalnya. Pada 19 September 1871, saat menjalani sebuah misi untuk menguasai Hokkaido, kapal yang membawa 100 awak kapal dan 400 rakyat sipil ini hancur akibat serangan badai di dekat Kikonai, Hokkaido. Hampir semua orang selamat, tapi kapalnya tenggelam dan hilang di tengah lautan. Namun, ada juga pendapat yang mengatakan kalau kapal ini hancur akibat kapten kapal saat itu yang merupakan warga Amerika mabuk dan menabrak sebuah karang meski hari masih siang. Hingga saat ini, kebenarannya belum terbukti.

Keadaan Kanrin-Maru Kini

Replika Kanrin Maru (shipspotting.com)
Replika Kanrin Maru yang digunakan sebagai kapal wisata (shipspotting.com)

Pada 1990, sebuah replika kapal berukuran 2 kali aslinya dipesan dari Belanda. Kapal ini bisa dilihat di theme park Huis Ten Bosch di Kyushu, selatan Jepang dan digunakan sebagai kapal wisata untuk melihat  pusaran air Naruto dari Pelabuhan Minami Awaji.

Nah, itulah sejarah kapal perang pertama Jepang! Ingin mencoba melihat replikanya?

Sumber:

Cultural Heritage Agency

Wikipedia