Share on

Siapa yang tidak mengenal kawasan komersial Ikebukuro? Saat kamu memasuki kawasan  yang terletak di pusat kota Tokyo ini,  kamu akan banyak menemukan para cosplayer berkumpul, toko Animate yang menjadi favorit para otaku, atau butler café yang memberikan pelayanan kepada tamu bak seorang tuan rumah. Kawasan Ikebukuro memberikan kesan ramai dan bersemangat, tapi kali ini kita akan melihat sebuah peninggalan properti di Jepang bernama Jiyu Gakuen Myonichikan, kompleks bangunan yang tenang dan tersembunyi di tengah keramaian Ikebukuro.

Jiyu Gakuen Myonichikan, Peninggalan budaya Jepang, Ikebukuro
Kompleks bangunan dihiasi dengan jalan setapak yang terbuat dari ubin batu dan pohon sakura (tsunagujapan.com)

Untuk sampai ke sini, kamu perlu berjalan di sepanjang sisi barat daya stasiun Ikebukuro, lalu ikuti jalan kecil memasuki kompleks perumahan dan suasana tenang mulai terasa. Segera ambil belokan ketika kamu melihat tanda Jiyu Gakuen Myonichikan pada tiang telepon, lalu sebuah kompleks bangunan akan muncul di depan matamu. Kamu akan disambut dengan jalan masuk yang terbuat dari ubin batu dan pohon sakura di sepanjang sisi jalan bangunan yang membuatnya semakin indah dan asri.

Jiyu Gakuen Myonichikan awalnya adalah sekolah Kristen khusus anak perempuan yang dibangun oleh arsitek Amerika Serikat, Frank Lloyd Wright bersama murid Jepangnya, Arata Endo pada tahun ke-10 Era Taisho (1921). Wright menyukai budaya Jepang dan mengoleksi lukisan kayu balok, ukiyo-e. Gaya arsitekturnya juga dipengaruhi oleh bangunan tradisional Jepang seperti desain bangunannya yang memanjang secara horizontal, dekorasi terbatas untuk menampilkan bangunan yang alami, serta ruangan yang luas dan terbuka untuk memberikan kesan dekat dengan alam.

Jiyu Gakuen Myonichikan, Peninggalan budaya Jepang, Ikebukuro
Pilar bangunan di pintu masuk terbuat dari batu oya dari Jepang (tsunagujapan.com)

Di depan pintu masuk, kamu akan disambut dengan beberapa pilar bangunan dari batu oya, batu bertekstur kasar dan berlubang yang menjadi batu favorit Frank Lloyd Wright. Selain itu, mendapati struktur pilar yang unik, kamu akan melihat lampu teras bergaya geometris abstrak yang menjadi gaya arsitektur Wright. Seperti sekolah di Jepang pada umumnya, di pintu masuk Jiyu Gakuen Myonichikan disediakan rak sepatu yang berarti kamu harus mengganti sepatumu menjadi sandal dalam ruangan agar kebersihan bangunan terjaga.

Jiyu Gakuen Myonichikan, Peninggalan properti Jepang, Ikebukuro
Kamu harus menyimpan sepatumu di lemari dan memakai sandal khusus saat di dalam bangunan (tsunagujapan.com)

Di dalamnya, kamu akan dikejutkan oleh kemegahan aula gedung dengan lampu gantung yang menerangi ruangan, serta dilengkapi dengan pintu dan jendela besar yang didekorasi dengan pola geometris abstrak, bukan kaca patri yang menggambarkan gambar-gambar alkitabiah.

Jiyu Gakuen Myonichikan, Ikebukuro, Frank Lloyd Wright, Tokyo
Megahnya gedung jendela yang berukuran besar dengan pola abstrak geometris (tsunagujapan.com)

Jangan langsung pergi setelah mengunjungi aula megah di gedung utama!  Di seberang gedung utama, ada auditorium karya murid Wright, Arata Endo yang tak boleh dilewatkan. Endo dijuluki "murid Wright" karena sepenuhnya menerapkan gaya arsitektur Wright. Ia sangat memahami filosofi arsitektur Wright dan lebih dari setengah karya arsitekturnya di seluruh Jepang telah ditetapkan sebagai aset budaya.

Bagi pecinta arsitektur, Jiyu Gakuen Myonichikan harus ditambahkan ke dalam daftar perjalanan ke Tokyo. Kamu akan mendapatkan pengalaman berbeda saat mengunjungi bangunan bersejarah sambil menghargai keindahan arsitekturnya. Selagi berada di Ikebukuro,  jangan lupa mampir ke Kawagoe yang hanya berjarak 26 menit dari Ikebukuro.

Informasi Tempat

Jam buka :

10.00 - 16.00 (kunjungan masuk umum)

18.00 pm - 21.00 (kunjungan malam setiap hari Jumat minggu ketiga setiap bulan)

10:00 - 17:00 (hari libur nasional, 16.30 pm pembelian tiket masuk terakhir)

Hari tutup: Senin

Alamat : 2-31-3, Nishi Ikebukuro, Toshima-ku, Tokyo

Google Maps

Situs website (Jepang)

Akses : sekitar 5 menit berjalan kaki dari pintu keluar Stasiun Ikebukuro.