SHARE THIS ARTICLE

manSalah satu buku yang mengangkat cerita rakyat Maneki-Neko

Seperti halnya di Indonesia, Jepang sangat kaya akan cerita rakyat. Dan salah satu yang paling populer selain kisah Kintaro adalah kisah seekor kucing pengundang (Maneki-Neko).

Cerita ini berjudul asli Shiawase wo maneita neko (kucing pengundang kebahagiaan) berasal dari prefektur Tokyo.

Dikisahkan terdapat beberapa orang samurai yang sedang berkuda di kawasan Musashino, wilayah Edo. Rombongan samurai tersebut dipimpin oleh seorang tuan yang bernama Ii Naotaka penguasa wilayah Hikone. Mereka sedang menikmati pemandangan di sekitar daerah tersebut. Dan akhirnya mereka pun tiba di ujung hutan yang pohonnya sudah agak jarang.

Ketika mereka menghentikan kudanya, tiba-tiba seekor kucing berwarna putih bersih keluar dari balik pepohonan. Dan kucing tersebut kemudian melompat dan duduk di atas batu besar sambil menatap tajam wajah Naotaka. Naotaka pun terkejut setelah melihat sang kucing mengangkat sebelah tangannya seolah-olah memintanya untuk mendekat.

manekiSalah satu contoh patung Maneki-Neko

Sang kucing pun lalu turun dari batu dan pergi ke balik pepohonan di belakangnya. Tanpa pikir panjang Naotaka pun mengikuti kucing tersebut yang seolah-olah mengundangnya untuk datang dan disusul oleh para pengawalnya. Ternyata kucing tersebut pergi menuju sebuah kuil Budha tua yang tersembunyi di balik pepohonan.

Naotaka dan rombongan pun langsung disambut oleh seorang pendeta tua dan mempersilahkan mereka masuk ke dalam kuil, setelah masuk ke dalam kuil Naotaka pun menjelaskan apa yang membawa dirinya beserta rombongan untuk mengunjungi kuil tua itu.

Selang beberapa waktu kemudian kucing tersebut menampakkan dirinya kembali di depan Naotaka sambil mendongakkan kepalanya keatas, matanya mengedip-ngedip sambil memandang ke angkasa. Semua orang di kuil itu pun keheranan, Namun beberapa saat kemudian awan hitam mulai menyelubungi langit, dan beberapa saat kemudian turunlah hujan dengan lebatnya. Mereka keheranan melihat itu semua, Akhirnya mereka sadar bahwa kucing itulah yang memberikan peringatan bagi mereka agar mampir berteduh di kuil tua tersebut.

Dan Naotaka pun merasa sangat berterima kasih pada kucing tersebut. Sejak kejadian itu ketenaran kucing tersebut meluas di seluruh Edo. masyarakat pun akhirnya sering mengunjungi kuil tua itu untuk bertemu dengan sang kucing. Mereka menganggap bahwa kucing tersebut adalah penjelmaan dewa. Beberapa tahun kemudian sang kucing pun mati. Untuk mengenangnya, sang pendeta membuat patung kucing kecil dengan salah satu tangannya melambai keatas. Patung kucing tersebut sangat diminati masyarakat Edo. Mereka sering mampir ke kuil tersebut dan membeli patung kucing tersebut sebagai oleh-oleh. Dan sampai saat ini pun orang-orang Jepang sering memajang patung kucing kecil dengan sebelah tangan yang melambai untuk mengundang kebahagiaan dan keberuntungan.

Itulah sebabnya patung kucing dengan tangan melambai ke atas diletakkan di depan rumah atau tempat usaha dan bisnis untuk mengundang para tamu agar mau singgah. Setelah mendengar cerita rakyat ini apakah Anda juga tertarik memakai jasa sang kucing untuk mengundang kebahagiaan pada hidup Anda ?

manekineko1

Patung Maneki-Neko yang terdapat pada tempat usaha dan bisnis

Sumber : TANABATA Kumpulan Cerita Rakyat Jepang Pilihan Vol 1 (Antonius R. Pujo Purnomo, M.A.) hal : 50. Era Media 2007

COMMENT