SHARE THIS ARTICLE

yaeba-girl-thumnail“Yaeba”, atau “gigi gingsul”, memunculkan kesan positif dan imut seperti “terlihat menarik dan seperti anak anjing” atau “membuat senyuman seorang gadis seperti mengeluarkan sengatan yang manis”, tapi tidak demikian halnya di luar negeri. Di beberapa negara, gigi gingsul = vampir yang membawa kesan yang jahat, sehingga sudah merupakan hal yang umum bagi mereka yang memiliki gigi gingsul menggunakan kawat gigi untuk memperbaikinya. Singkatnya, tampak bahwa gigi gingsul = lucu merupakan bagian dari pola pikir budaya yang unik di Jepang.

Source:http://matome.naver.jp/odai/2135900215901407401/2135900230601421903
Source:http://matome.naver.jp/odai/2135900215901407401/2135900230601421903

Gadis-gadis seperti mantan anggota AKB48 Tomomi Itano, Kanako Momota dari Momoiro Clover Z, Haruka Kudo yang merupakan generasi ke-15 Morning Musume, dan anggota ℃ -ute Airi Suzuki semuanya adalah gadis-gadis yang bergigi gingsul dengan senyuman yang dianggap sangat imut. Ingin seperti gadis-gadis yang bergigi gingsul ini, menjadi hal yang populer di kalangan wanita remaja dan mereka yang berusia dua puluhan dengan melakukan operasi kosmetik atau menempelkan gigi gingsul. Dengan pendapat bahwa “memiliki gigi gingsul di depan  tampak membuat kamu terlihat lebih imut” atau “memiliki gigi gingsul di depan sebagai titik fokus membuat senyumanmu bersinar”, popularitas gigi gingsul terus meningkat sebagai aksesori gaya atau cara yang mudah untuk mengubah citra kalian.

Yaeba (1)
Tomomi Itano source: http://matome.naver.jp/odai/2135900215901407401/2135900230601421903
Yaeba (2)
Kanako Momota Source: http://matome.naver.jp/odai/2137763925093898601/2137763974994024503
Yaeba (2)
Source: http://matome.naver.jp/odai/2138882045459643001

Bahkan ada buku berjudul Snaggletooth Girl! yang berisi beberapa teori tentang bagaimana gigi gingsul menjadi imut sebagai bagian dalam pola pikir budaya yang unik di Jepang. Daya tarik yang unik dari gigi yang saling tumpang tindih ini dideskripsikan sebagai “wabi”, atau “kecenderungan orang Jepang untuk menemukan kecantikan dalam ketidakseimbangan atau ketidaksempurnaan, dan gigi gingsul menjadi bagian dari hal itu”.

Source:http://www.excite.co.jp/News/reviewbook/20120117/E1326738147290.html?_p=3
Source:http://www.excite.co.jp/News/reviewbook/20120117/E1326738147290.html?_p=3

Meskipun di luar negeri gigi gingsul mungkin dianggap hal yang buruk, di Jepang ada pemikiran bahwa “gigi gingsul membuat gadis-gadis terlihat imut”. Singkatnya, jika seseorang dengan wajah yang bagus atau simetris memiliki sebuah gigi gingsul, orang Jepang sangat mudah menerima daya tarik dari ketidaksempurnaan, dan cenderung melihatnya dengan kesan yang baik.

Mereka yang ada di luar Jepang mungkin tidak dapat menyetujuinya, tapi itulah cara berpikir orang Jepang, dan tidak ada yang salah dengan itu, kan? Mereka yang berpikir gigi seperti itu menakutkan atau terkesan jahat bebas untuk berpikir seperti itu! Dalam hal yang sama, para wanita akan menggunakan korset karena pinggang dengan ukuran 50 cm dianggap indah di Eropa pada abad pertengahan, dan kini gadis-gadis dengan gigi gingsul dianggap imut di Jepang.

Source : tokyogirlsupdate.com
COMMENT