SHARE THIS ARTICLE
Kendaraan-kendaraan Toyota yang mewakili bidak-bidak shogi berbaris di dalam kotak di papan raksasa yang digelar di Seibu Dome. (Foto disediakan oleh Dwango Co)
Kendaraan-kendaraan Toyota yang mewakili bidak-bidak shogi berbaris di dalam kotak di papan raksasa yang digelar di Seibu Dome. (Foto disediakan oleh Dwango Co)

Sementara acara shogi (catur Jepang) tahunan di Tendo, Prefektur Yamagata, menampilkan “bidak-bidak” manusia yang mengenakan armor (baju besi) samurai, suatu pertandingan lainnya diadakan dengan cara yang jauh lebih unik di Tokorozawa, Prefektur Saitama pada tanggal 8 Februari yang lalu.

Menggunakan mobil-mobil Toyota sebagai bidak-bidaknya, dua ahli shogi melakukan gerakan mereka melalui alat pengeras suara di Seibu Dome. Para pengemudi kemudian akan bergegas ke bagian yang disebut dan mengemudikan kendaraan ke kotak yang ditunjuk.

Sebuah Toyota Corolla Levin yang diproduksi di pertengahan 1980-an merupakan bidak "hisha", yang bergerak seperti benteng catur. (Kenichiro Shino)
Sebuah Toyota Corolla Levin yang diproduksi di pertengahan 1980-an merupakan bidak “hisha”, yang bergerak seperti benteng catur. (Kenichiro Shino)

Pertandingan antara Yoshiharu Habu, 44 tahun, dan Masayuki Toyoshima, 24 tahun, ini diselenggarakan oleh Toyota Motor Corp. dan Dwango Co., yang menyiarkan acara tersebut di situs Nico Nico Namahoso yang menayangkan video streaming secara langsung di internet.

Empat puluh mobil Toyota berbaris di papan shogi yang diletakkan di Seibu Dome. papan permainannya memiliki luas 54,2 meter kali 33,5 meter. Setiap persegi di papan berukuran 5,8 m kali 3,5 m.

Untuk menyoroti perbedaan usia antara Habu dan Toyoshima, mobil-mobil yang berada di bawah komando dua pemain shogi itu juga berasal dari generasi yang berbeda. 20 mobil di pihak Habu berasal dari model Toyota yang lebih tua, sementara Toyoshima dari merk yang lebih baru.

Sebuah papan shogi yang besar menutupi lantai Seibu Dome saat pertandingan menggunakan bidak-bidak mobil diadakan antara dua ahli. (Kenichiro Shino)
Sebuah papan shogi yang besar menutupi lantai Seibu Dome saat pertandingan menggunakan bidak-bidak mobil diadakan antara dua ahli. (Kenichiro Shino)

Acara streaming internet ini dirancang untuk menarik perhatian para pemirsa muda. Para pejabat industri otomotif telah lama prihatin dengan tren yang berkembang di kalangan anak muda saat ini yang menghindari untuk membeli mobil.

Mobil-mobil tersebut memiliki label di atapnya yang menunjukkan tanda apa yang diwakilinya. Aturan yang digunakan sama seperti pertandingan shogi biasa.

Para pengemudi yang berasal dari klub mobil di Universitas Waseda serta para pengemudi uji coba Toyota menavigasikan kendaraan sesuai dengan gerakan dari dua ahli shogi tersebut.

Source : ajw.asahi.com
COMMENT