SHARE THIS ARTICLE

ukai--tradisi-memancing-dengan-burung-di-jepang (1)

Di Jepang, ada sebuah tradisi yang menjadi objek wisata yang selalu ditunggu-tunggu wisatawan. Ukai adalah metode penangkapan ikan air tawar yang dilakukan nelayan terlatih.

Tradisi ini telah berlangsung selama 1.300 tahun terakhir. Selama musim panas, para nelayan di sepanjang tepi Sungai Nagara, Sungai Hozu, dan Sungai Uji menangkap ikan dengan bantuan burung yang sangat terampil.

Memancing dengan burung kormoran berlangsung malam hari. Enam perahu kayu berlabuh dengan diawaki masing-masing dua nelayan dan dua awak. Mereka memimpin selusin burung kormoran dengan leher yang dikalungi. Di setiap kapal terdapat lentera api sebagai penerangan sekaligus menarik perhatian ikan.

Selama memancing, para nelayan mengenakan kostum tradisional yakni kimono hitam, rok dari jerami, dan sandal.

Selama memancing, burung-burung akan menyelam di bawah air dan menelan ikan serta menyimpannya di lehernya. Sebuah tali diikatkan ke leher setiap burung untuk mencegah burung menelan tangkapan.

Musim Ukai berlangsung selama musim panas, yang dimulai 11 Mei hingga 15 Oktober. Dengan kapal pesiar yang membayangi perahu nelayan, ribuan wisatawan menjadi saksi yang menyaksikan semua proses Ukai selama hampir satu jam.

Ingin menyaksikannya? Biaya naik kapal pesiar sekitar 1.500-3.500 yen setiap orang. Tradisi unik ini dapat disaksikan di Prefektur Gifu.

Berikut beberapa foto tradisi Ukai yang disarikan dari situs Japan Guide:

ukai--tradisi-memancing-dengan-burung-di-jepang (2) ukai--tradisi-memancing-dengan-burung-di-jepang (3) ukai--tradisi-memancing-dengan-burung-di-jepang (4) ukai--tradisi-memancing-dengan-burung-di-jepang (5)

Photo: Japan Guide

COMMENT