SHARE THIS ARTICLE
Ren Ri berpose diantara karyanya. Ketertarikan Ri terhadap lebah dimulai pada tahun 2006 saat ia menjadi peternak lebah. Foto: www.inhabitat.com
Ren Ri berpose diantara karyanya. Ketertarikan Ri terhadap lebah dimulai pada tahun 2006 saat ia menjadi peternak lebah. Foto: www.inhabitat.com

Menciptakan karya seni dengan bantuan hewan, kenapa tidak? Seniman asal Jepang, Ren Ri dan para lebah peliharaannya membuat karya yang diberi judul “Yuansu I: The Origin of Geometry”. Karyanya tersebut menampilkan peta dunia.

Penampakan peta-petanya tersusun dari sarang lebah. Ri yang pernah menjadi peternak lebah ini telah terlebih dahulu mempelajari cara lebah tumbuh dan hidup dalam sarangnya sejak sembilan tahun yang lalu. Beberapa tahun kemudian, ia “mengajak” lebah-lebahnya mewujudkan suatu karya seni. Ren Ri mewujudkan karya bersama para lebah dalam rangka mengeksplorasi hubungan antara manusia dengan alam.

Salah satu karya Ren Ri dalam seri “Yuansu I: The Origin of Geometry”. Foto: www.inhabitat.com
Salah satu karya Ren Ri dalam seri “Yuansu I: The Origin of Geometry”. Foto: www.inhabitat.com

Dalam proses pembuatan karya seni tiga dimensi, Ri membiarkan para lebah berkreasi membentuk sarangnya sendiri. Namun, untuk membuat rangkaian karya Yuansu, Ri turun tangan dalam prosesnya.

Untuk membuat karya tersebut, Ren Ri memulainya dengan membuat cetakan topografi wilayah dunia. Cetakan tersebut ditempatkannya ke dalam rak sarang lebah. Diperlukan waktu berbulan-bulan agar cetakan tersebut diisi oleh para lebah hingga akhirnya membentuk sebuah peta dunia.

Pengunjung menyaksikan karya Ren Ri di Galeri Hong Kong Pearl Lam Soho. Foto: www.inhabitat.com
Pengunjung menyaksikan karya Ren Ri di Galeri Hong Kong Pearl Lam Soho. Foto: www.inhabitat.com

Peta Ri yang terbuat dari sarang lebah tersebut saat ini sedang dipamerkan di Galeri Hong Kong Pearl Lam Soho. Sang Seniman berharap penonton akan mendapatkan gambaran hubungan yang harmoni dan berubah-ubah, antara manusia dan alam.

Source : greeners.co
COMMENT