SHARE THIS ARTICLE

seizo (1)

Bagi para penggemar film samurai Jepang, selalu ada setidaknya satu orang yang meninggal dengan cara yang paling aneh. Dia ditikam, atau disayat, atau diiris dengan pedang Samurai, dan kemudian melakukan gerakan yang aneh sebelum dia berputar dan mati. Orang tersebut adalah – Seizo Fukumoto. Dia sudah melakukan adegan tersebut di bioskop Jepang selama lebih dari 50 tahun sampai sekarang, dan dia adalah salah satu dari aktor ‘kirareyaku‘ – stuntmen yang mengkhususkan diri dalam adegan dibunuh oleh samurai.

seizo (1)

Menjadi orang jahat mungkin kedengarannya tidak selalu menyenangkan, tapi Fukumoto mengatakan bahwa itu adalah bagian penting dalam suatu film. Caranya dia mati memiliki dampak besar pada tokoh utama dalam memberikan kesan bagi sebuah film.  Semakin ngeri adegan kematiannya, semakin hebat pahlawan itu terlihat. Dia sengaja menambahkan gerakan canggung untuk gerakannya saat sekarat, hal ini disebut ‘buzama’ dalam bahasa Jepangnya.

seizo (3)

seizo (4)

seizo (2)

Fukumoto adalah salah satu kirareyaku yang kreatif. Dia benar-benar menghabiskan waktu yang lama untuk merancang cara-cara cemerlang untuk mati dan jatuh dalam suatu pertarungan. Salah satu cara sempurna yang dia lakukan untuk adegan ini, kata Fukumoto, adalah ketika kamera tetap fokus pada pahlawannya, tapi ada waktu di layar ketika dia memutar wajahnya ke arah penonton sebelum jatuh mati.

Meskipun ia telah muncul lebih dari 50.000 kali di layar, Fukumoto tidak pernah memperoleh  kesempatan untuk memainkan peran utama, sampai sekarang  ini. Peran terbesarnya sejauh ini adalah dalam film 2003 Tom Cruise, The Last Samurai, di mana ia memainkan seorang pendekar pendiam. Film pertama Fukumoto sebagai aktor utama akan dirilis di Jepang bulan Juli ini, dengan judul “Uzumasa Limelight.”

seizo (5)

Fukumoto memulai karirnya ketika ia baru berusia 15 tahun , dan dia segera menjadi tertarik bermain antagonis . Dia belajar sendiri seni jatuh dengan mengamati Charlie Chaplin, dan dia temukan berbagai cara untuk terbunuh. Kadang-kadang dia akan memutar matanya, jatuh berlutut dan mati dalam keheningan. Dalam adegan lain, ia akan memilih untuk berteriak sementara darah menyembur keluar dari luka-lukanya.

seizo (6)

Selama latihan Fukumoto menggunakan pedang kayu, tapi senjata yang digunakan selama syuting adalah replika tumpul dari pedang Jepang. Mereka mungkin tidak memiliki tepi tajam, namun masih dapat menyebabkan dia menderita sakit serius . Tapi Fukumoto mengatakan bahwa itu semua adalah bagian dari pekerjaan.

Fukumoto sangat dihormati di antara rekan-rekannya, dan mereka semua menghormati kinerjanya yang patut dicontoh sebagai seorang kirerayaku.

Sources :
COMMENT