SHARE THIS ARTICLE

Julukan “ibukota budaya Jepang” yang melekat pada Kota Kyoto agaknya benar. Buktinya, kuil Sanjusangen-do masih berdiri gagah sampai sekarang. Harta karun yang ada di dalamnya tak main-main: 1.001 buah patung emas.

Sanjusangen-do (1)
1.001 Patung Kannon di Sanjusangen-do (blog-travelpod.com)

Banyak traveler bilang, Kyoto adalah ibukota budaya Jepang. Berbeda dari Tokyo yang tersihir modernitas, Kyoto masih rendah diri dengan mempertahankan identitas asli Jepang. Ratusan kuil dengan taman yang indah mewarnai kota ini. Apalagi saat musim bunga Sakura, Kyoto jadi destinasi favorit turis dari seluruh dunia.

Salah satu kuil yang mencolok di kota ini adalah Sanjusangen-do. Eits, jangan buru-buru melihat ada apa di dalamnya. Sanjusangen-do, atau disebut juga Rengeo-in, adalah bangunan kayu terpanjang di Jepang. Dibangun pada masa Kaisar Go-Shikarawa, abad ke-12.

Sanjusangen-do (2)
Kuil Sanjusangen-do (gojapango.com)

Kuil ini tampak tak tergerus zaman. Dinding kayunya masih kokoh, melindungi harta karun yang terdapat di dalamnya: patung-patung emas.

Ada 1.001 patung emas yang terletak di ruang utama kuil ini. Kalau Anda pikir angka ini ganjil, tunggu sampai melihat aslinya: tiap patung punya 40 tangan, yang masing-masing melambangkan 25 dunia. Mengutip buku “1001 Historic Sites You Must See Before You Die“, patung-patung ini adalah Kannon alias Dewi Keberuntungan bagi masyarakat Buddha.

Sejak terselamatkan dari kebakaran yang melanda kuil ini pada abad ke-12, patung-patung di Sanjusangen-do menjadi National Treasure of Japan.

Semua Kannon di kuil ini dibuat oleh Tankei, seorang pematung tersohor pada zaman Kamakura. Kannon tertinggi adalah 1,8 meter, berdiri di tengah-tengah ruang utama dan dikelilingi oleh ratusan Kannon lainnya. Tak hanya itu, 28 patung penjaga juga berdiri di sekeliling Kannon.

Sanjusangen-do (3)
oshiya atau kontes panahan di halaman kuil Sanjusangen-do (ocf-berkeley.edu)

Wisatawan boleh berkunjung tiap saat, karena kuil ini buka setiap hari. Kalau datang di saat yang tepat, Anda juga bisa menonton Toshiya, kontes panahan yang sudah digelar sejak zaman Edo (1603-1863).

Sanjusangen-do (4)
Toshiya juga bisa diikuti oleh wanita (nippon.com.es)
Source : travel.detik.com
COMMENT