SHARE THIS ARTICLE

Tsuta Ramen Pertama Michelin Star Tokyo 8

Tokyo punya banyak restoran yang dianugerahi Michelin star, label yang dilekatkan pada restoran-restoran di seluruh dunia yang dianggap menyajikan hidangan-hidangan paling lezat dan berkualitas. Pun demikian, banyak dari mereka adalah restoran sushi, Italia, Prancis, dan belum ada satu pun restoran ramen yang mendapat bintang; paling jauh juga hanya dicantumkan dalam buku panduan Michelin Guide saja. Setidaknya hingga bulan Desember ini, di mana dalam Michelin Tokyo Guide 2016, di antara 217 restoran berbintang yang termasuk di sana, kalian akan menemukan Tsuta, sebuah restoran ramen di daerah Sugamo yang berhasil menorehkan rekor sebagai restoran ramen pertama yang dianugerahi satu bintang Michelin.

Tsuta Ramen Pertama Michelin Star Tokyo 1

Kalau kalian mengira restoran ramen berbintang ini pasti tampil mewah, kalian salah besar. Penampilan interior luar dan dalam restoran ini sangat sederhana, dan di para pengunjung akan menempati meja panjang berbentuk L, setelah sebelumnya memesan dan membeli menu yang mereka inginkan lewat vending machine yang tersedia.

Tsuta Ramen Pertama Michelin Star Tokyo 2

Tsuta Ramen Pertama Michelin Star Tokyo 3

Tapi, jangan salah. Kesederhanaan penampilan Tsuta menyembunyikan bahan-bahan berkualitas yang mereka gunakan dalam hidangan ramen-nya. Menu khas mereka adalah shoyu soba atau ramen berkuah kaldu kedelai. Kedelainya saja difermentasikan selama 2 tahun di Perfektur Wakayama, sedangkan mienya yang unik dibuat oleh staf Tsuta dari 100% gandum utuh asli Jepang. Dengan topping telur rebus, daun bawang, menma (rebung yang difermentasikan), dan satu slice daging babi chashu. Elemen-elemen tradisional ini lalu dikombinasikan dengan bahan-bahan internasional yang modern, seperti red wine dan minyak black truffle dari Italia.

Tsuta Ramen Pertama Michelin Star Tokyo 6
Tombol bertuliskan shoyu soba

Tsuta Ramen Pertama Michelin Star Tokyo

Selain shoyu soba yang paling populer, Tsuta juga menyuguhkan shio soba, ramen dengan kuah kaldu asin yang dibuat dari campuran garam laut Okinawa dan garam varietas lain dari Inner Mongolia, serta ditambahkan dengan minyak white truffle Italia.

Tsuta Ramen Pertama Michelin Star Tokyo 4

Atau, kalau kalian sedang gila karbohidrat atau tidak ingin makan mie, kalian bisa mencoba niku meshi, semangkuk nasi dengan topping daging babi chashu dengan saus red wine.

Tsuta Ramen Pertama Michelin Star Tokyo 5

Michelin star? Wah, pasti mahal deh. Lagi-lagi, salah kalau kalian berpikir demikian, karena harga menu Tsuta tak lebih mahal dari restoran-restoran ramen di Tokyo lainnya. Shoyu soba mereka dihargai ¥950-1.250, shio soba antara ¥850-1.250, dan niku meshi hanya dibandrol harga ¥250 saja. Jadi, kalau kalian para penggemar ramen berwisata ke Tokyo, boleh banget berkunjung ke Tsuta yang bisa dicapai dengan 3 menit jalan kaki dari Stasiun Sugamo – 2 pemberhentian dari Ikebukuro di Yamanote train line yang mengelilingi pusat kota. Hanya saja, karena Tsuta hanya buka dari jam 11 siang – jam 4 sore, atau tutup lebih awal kalau bahan-bahan mereka sudah habis, kalian harus datang lebih awal ke sana, terutama karena panjang antriannya bisa mencapai 100 orang. Sugoi!!

Tsuta Ramen Pertama Michelin Star Tokyo 7
Tetap antri dengan sabar di tengah curahan hujan
Sources :
COMMENT