SHARE THIS ARTICLE
image: Rie Miyoshi

Kota Tokyo dengan sejuta warna-warninya selalu menjadi objek menarik untuk diabadikan di mata para fotografer. Mereka menangkap gambaran ibukota Jepang ini dengan gayanya masing-masing sesuai dengan pemahaman mereka. Seperti halnya Rie Miyoshi, yang memotret kota yang dia sebut rumah ini dengan teknik Double Exposure yang dapat mengekspresikan perasaannya.

Bagi fotografer dan desainer ini, Tokyo seperti memiliki dua wajah. Bisa menginspirasi, namun seketika dapat menunjukan sisi gelapnya dan juga kesedihan. Dikotomi inilah yang dicoba dipaparkannya melalui karya fotografi bertema potret Tokyo.

RIE_SpoonTamago_01

Ironisnya, tinggal di kota besar dengan segala atraksi, kesibukan dan kesempatan untuk suksesnya dapat dengan mudah membuat orang menjadi kurang bergaul dengan yang lain dan terkoneksi secara personal. Desember adalah musim festival, sekaligus juga dapat menjadi waktu yang buruk di Jepang karena tumpukan stress. Hati saya sakit melihat orang lalu-lalang dengan biasa seolah itu adalah jam 7 malam yang sama di hari-hari yang lain,” jelas Rie.

Melalui karya-karyanya ini, Rie mencoba memberikan refleksi dari semua yang ditangkapnya di akhir tahun 2015, dengan beragam lapis gambar dalam satu frame. “Jelas, ini merupakan pengingat penting bagi kita semua, untuk sedikit melambat dan melihat lebih dalam dari apa yang hanya biasa dilihat di permukaan,” pungkasnya.

RIE_SpoonTamago_03

Source : spoon-tamago.com
COMMENT