SHARE THIS ARTICLE

Oshichi Yaoya (八百屋お七), secara harfiah diterjemahkan menjadi “pedagang sayur Oshichi” merupakan putri seorang pedagang sayur yang tinggal di distrik Hongo, kota Edo (sekarang bernama Tokyo), Jepang. Dia dipercaya lahir sekitar tahun 1666-1667, walau data tersebut tidaklah pasti karena tidak adanya sistem pencatatan kependudukan pada masa tersebut. Sebetulnya Oshichi tak jauh berbeda dengan gadis seumurannya pada masa tersebut. Yang membedakannya dengan gadis lain, adalah karena di usia yang sangat belia dia sudah dijatuhi hukuman mati karena terbukti bersalah telah membakar kota Edo. Apa yang membuat Oshichi bisa melakukan hal sekeji itu?

Foto: toshidama-japanese-prints.com
Foto: toshidama-japanese-prints.com

Tentang Oshichi Yaoya

Mari kembali ke masa ratusan tahun silam, saat Tokyo masih bernama Edo. Pada masa tersebut, api merupakan sahabat sekaligus mimpi buruk bagi Edo. Itu karena Edo, yang pada masa itu daerah pemukimannya cukup padat dan terdiri dari rumah-rumah berbahan utama kayu, kerap dilanda kebakaran kecil dan besar yang tak jarang sampai menghanguskan satu wilayah tertentu dan menelan korban jiwa. Konon tercatat ada 96 kebakaran besar di sepanjang periode Edo saja (1603-1867) sehingga jika rata-ratakan kebakaran bisa terjadi 1 kali dalam 3 tahun.

Kembali ke Oshichi. Pada tahun 1682 daerah tempat tinggal Oshichi mengalami kebakaran hebat yang disebut Tenna Fire, dan rumahnya hancur akibat terlalap api. Oshichi dan keluarganya pun berlindung di Shosen-in (atau Enjo-ji Temple), sebuah kuil Budha (note: menurut versi lain, kuil tersebut merupakan kuil keluarga Oshichi) sambil menunggu rumah mereka selesai dibangun lagi. Tak disangka, di kuil tersebut Oshichi bertemu dengan seorang pendeta muda bernama Ikuta Shonosuke atau Saemon (note: Kichisa atau Kichisaburo menurut versi lainnya), dan mereka berdua saling jatuh cinta. Itu adalah cinta pertama bagi Oshichi.

Setelah proses renovasi rumah selesai dilakukan, Oshichi dan keluarganya harus kembali ke rumah masing-masing. Namun Oshichi tak gembira atas keadaan tersebut karena dia jadi sulit bertemu dengan kekasihnya. Itu karena pada masa tersebut sangatlah sulit bagi seorang wanita muda dan seorang pria untuk bertemu berduaan kecuali untuk tujuan pernikahan, dan itu sangat menyakitkan bagi Oshichi karena dia tak bisa melupakan Shonosuke.

Setahun berlalu memendam rindu, terbersit sebuah ide dalam benak Oshichi; ide yang sebetulnya lahir karena rasa rindu yang membabi buta. Jika dulu kebakaranlah yang mempertemukan dia dan kekasihnya, mungkinkah jika terjadi kebakaran lagi dia dapat memiliki alasan untuk bertemu lagi dengan Shonosuke?

Api cinta Oshichi

Tahun 1683, atau setahun berlalu sejak kebakaran Tenna, Oshichi pun menyulut api dengan harapan dia bisa dapat bertemu dengan kekasihnya. Sebuah versi menyebut jika Oshichi membakar rumahnya, sementara versi lainnya Oshichi membakar kuil tempat Shonosuke berada dengan harapan agar sang pendeta muda keluar kuil. Malang, tindakan Oshichi tersebut diketahui oleh petugas dan diapun ditahan untuk diadili. Saat pengadilan berlangsung, hakim yang kasihan melihat tindakan Oshichi yang semata karena rasa rindu dan juga sikapnya yang polos, mencoba untuk menolong Oshichi dengan bertanya, “Kau baru berusia 15 tahun bukan?” Itu karena hukuman baru akan dijatuhkan pada mereka yang berusia 16 tahun dan pada masa itu penyulut api dianggap sebagai tindakan kriminal yang kejam dan dapat dijatuhi hukuman mati. Oshichi yang tak memahami isyarat dari hakim, menyebut jika usianya 16 tahun. Hakim pun mengulangi kembali pertanyaannya dengan menekankan pada kata “15 tahun”, namun lagi-lagi Oshichi menjawab jika dia berusia 16 tahun. Apa boleh buat, hakim pun terpaksa menghukum Oshichi. Oshichi pun dihukum mati dengan cara dibakar hidup-hidup di Suzugamori, tempat pelaksanaan hukuman mati bagi para kriminal di periode Edo. Oshichi pun lalu dimakamkan di Enjoji Temple, dan makamnya bisa dikunjungi sampai saat ini.

Oshichi_execution_crop
Eksekusi hukuman mati Oshichi. Foto: executedtoday.com

Oshichi Yaoya dalam berbagai versi

3 tahun paska kematiannya, penulis populer Ihara Saikaku menulis tentang kisah Oshichi Yaoya dalam novelnya. Tak lama setelah dirilis, kisah Oshichi pun menjadi begitu populer dan akhirnya diadaptasi dalam berbagai panggung Kabuki dan Joruri (panggung boneka khas Jepang). Pada masa itu, kisah tentang mereka yang berkorban demi cinta sangat mudah diterima di masyarakat, dan alih-alih menganggap tindakan Oshichi sebagai sebuah kebodohan, masyarakat justru menganggap kisah cinta Oshichi dan Shonosuke sangatlah romantis dan murni; dan status kriminal yang disandang Oshichi merupakan bukti pengorbanan cinta. Kisah Oshichi pun beberapa kali diangkat dalam drama modern, salah satunya seperti yang pernah dibintangi oleh Atsuko Maeda dalam drama berjudul Asaku Yumemishi – Yaoya Oshichi Ibun (2013).

Foto: wiki.d-addicts.com/Asaki_Yumemishi
Foto: wiki.d-addicts.com/Asaki_Yumemishi

Berikut ini contoh drama boneka yang mengangkat kisah Oshichi Yaoya:

Dan ini gambar Oshichi dalam pentas kabuki.

Foto: dr-yokai.blogspot.com/
Foto: dr-yokai.blogspot.com/

Ada beberapa versi kisah Oshichi Yaoya. Kisah di atas merupakan versi yang paling umum. Ada juga versi lainnya yang lebih menyorot pada nilai-nilai romantisme. Misalnya saja, Oshichi digambarkan tidak menyulut api. Dia hanya memanjat menara pengawas, di malam bersalju, dan membunyikan lonceng kebakaran palsu. Tetap saja tindakan tersebut dianggap sebagai tindakan kriminal yang cukup membuatnya untuk dijatuhi hukuman mati.

Foto: dr-yokai.blogspot.com
Foto: dr-yokai.blogspot.com

Versi romantis lainnya berfokus pada hubungan Oshichi dan Shonosuke, dan mereka tak sengaja terlibat dalam kebakaran. Oshichi membunyikan alarm untuk meminta pertolongan agar dapat menyelamatkan nyawa Shonosuke. Malangnya, Oshichi justru yang dituduh melakukan tindakan kriminal. Gambar berikut menunjukkan Oshichi yang tengah memanjat tangga dan Shonosuke yang mencoba melawan kerumunan untuk menyelamatkan kekasihnya.

Foto: dr-yokai.blogspot.com
Foto: dr-yokai.blogspot.com

Namun ada juga yang melukiskan Oshichi sebagai gadis ceroboh. Gambar berikut menunjukkan parodi Oshichi yang terpeleset saat akan menyalakan alarm palsu. Lentera yang dibawanya lalu jatuh dan itulah yang menjadi sumber kebakaran.

Foto: dr-yokai.blogspot.com
Foto: dr-yokai.blogspot.com

Apapun versi kisah OShichi yang kalian percayai, sosok Oshichi Yaoya itu betul-betul nyata. Jika kalian termasuk pengagum kisah-kisah romantis klasik Jepang, sempatkan diri kalian untuk mengunjungi makam Oshichi yang terletak di Enjoji Temple (tak jauh dari Stasiun Hakusan) ya.

Foto: leepapa05.blogspot.com
Makam Oshichi Yaoya. Foto: leepapa05.blogspot.com
Keterangan di makam Oshichi. Foto: leepapa05.blogspot.com
Keterangan di makam Oshichi. Foto: leepapa05.blogspot.com
Sources :
COMMENT