SHARE THIS ARTICLE

hiroshima mannequins

Pada tanggal 14 Maret, Kota Hiroshima mengumumkan sebuah rencana tentatif untuk menghapuskan manekin plastik yang menggambarkan kengerian bom atom dari Peace Memorial Museum milik mereka pada tahun 2016 mendatang. Pengajuan usulan penghapusan ini sejalan dengan sebuah review yang menyarankan bahwa benda-benda yang dipamerkan dalam fasilitas tersebut dialihkan untuk memasukkan lebih banyak benda-benda yang menggambarkan benda-benda sebenarnya yang merupakan milik mereka yang wafat atau benda-benda sebenarnya dari jaman tersebut. Pendapat dari para pengunjung mengenai apakah sebaiknya manekin-manekin itu dihapuskan atau tidak pun menjadi terpecah.

Tiga manekin yang dipermasalahkan itu adalah manekin berbentuk seorang wanita dewasa, wanita berusia pelajar perguruan tinggi, dan seorang bocah laki-laki yang terlihat tengah terseok-seok di tengah ledakan dalam keadaan tubuh terbakar. Awalnya terbuat dari lilin, manekin-manekin itu telah dipamerkan sejak tahun 1973, dan dalam bentuk mereka sekarang (dari plastik) sejak tahun 1991.

Topik penghapusan itu muncul pada rapat anggaran anggota dewan pada tanggal 14 lalu. Salah seorang anggota dewan menyatakan, “Sebuah kuesioner yang dilakukan oleh sebuah agen perjalanan mengungkapkan bahwa beberapa orang telah merasa takut dengan manekin-manekin tersebut.”

Tapi, bukankah itu intinya?

Yoshifumi Ishida, orang yang bertanggung jawab untuk memastikan terus berlanjutnya pendidikan mengenai peristiwa mengerikan itu mengatakan, “Kami tengah mempertimbangkan suatu kebijakan yang menetapkan bahwa manekin-manekin tersebut tidak akan ditampilkan lagi setelah renovasi selesai.” Museum ini dijadwalkan untuk menjalani perbaikan pada tahun fiskal 2016 dan 2017.

Di balik rencana penghapusan tersebut terletak sebuah kebijakan dasar yang dirumuskan pada tahun 2010 oleh sebuah komisi ahli yang me-review dan mendebat manfaat dari benda-benda yang dipamerkan dalam museum tersebut. Pedoman ini menunjukkan bahwa seharusnya lebih banyak penekanan yang ditempatkan pada memamerkan benda-benda sebenarnya seperti potongan genting dan benda-benda lainnya yang benar-benar merupakan milik mereka yang wafat dalam kejadian tersebut. Rencana konkrit pameran itu akan diselesaikan pada akhir bulan Maret ini.

Tidak jarang bagi anak-anak Hiroshima yang telah mengunjungi museum itu sebagai bagian dari studi mereka terus memperbincangkan seramnya manekin-manekin tersebut selama bertahun-tahun lamanya. Namun, opini dari para pengunjung museum tersebut terpecah pada subyek penghapusan manekin-manekin itu. Menyayangkan rencana penghapusan tersebut, Miyoko Nakazato (77), yang tengah mengunjungi museum tersebut dari Kota Tokorozawa, Saitama, pada tanggal 14 Maret, mengatakan, “Manekin-manekin tersebut penting dan diperlukan untuk menyampaikan realitas mengerikan dari pengeboman itu.” Sementara itu, Shotaro Higashi, seorang mahasiswa dari Kota Tsuru di Yamanashi, berpendapat, “Gambar dan relik sebenarnya dari kejadian tersebut meninggalkan kesan yang lebih kuat dan mendalam. Tampilan menggunakan imitasi tidaklah diperlukan.”

Source : JAPAN TODAY
COMMENT