Seorang politisi lokal di Jepang bernama Kiyoshi Inata ditangkap karena diduga menerima suap untuk membantu mengurangi jumlah monyet di sebuah taman. Ia adalah anggota dewan kota di Yonago yang sudah menjabat cukup lama dan punya pengaruh besar di pemerintahan setempat.
Kasus ini bermula dari pertemuan diam-diam yang terjadi pada malam hari di tahun 2024. Dalam pertemuan tersebut, Inata diduga menerima uang sebesar 1 juta yen, atau sekitar Rp100 juta , sebagai imbalan untuk mendorong kebijakan tertentu di dewan kota.
Tujuan dari suap ini cukup unik, yaitu untuk mengurangi jumlah monyet di Taman Minatoyama. Taman ini memang memiliki area khusus untuk habitat monyet, dan pengelolaannya ditangani oleh perusahaan yang bekerja sama dengan pemerintah kota. Semakin banyak jumlah monyet, semakin besar pula biaya perawatan yang harus dikeluarkan, sehingga pihak pengelola diduga ingin menekan biaya tersebut.
Setelah diduga menerima suap, Inata tercatat beberapa kali mengangkat isu pengurangan jumlah monyet dalam rapat dewan kota. Bahkan, ia sempat berkomentar bahwa mungkin jumlah monyet di taman tersebut terlalu banyak dan lingkungannya kurang ideal.
Akhirnya, polisi dari Prefektur Tottori menangkap Inata atas tuduhan menerima suap. Selain itu, pihak yang diduga memberikan suap—seorang perwakilan perusahaan pengelola taman—juga telah dilaporkan ke jaksa untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini jadi sorotan karena selain melibatkan korupsi, motifnya juga tergolong tidak biasa. Dari luar mungkin terdengar seperti cerita ringan, tapi sebenarnya menunjukkan bagaimana kebijakan publik bisa dipengaruhi oleh kepentingan tertentu, bahkan untuk hal yang terlihat sepele seperti jumlah monyet di taman kota.