Berita Jepang | Japanesestation.com

Sebuah kebijakan yang dijuluki “Single Tax” di Jepang tengah menuai kontroversi. Pajak yang sudah berjalan per April ini sebenarnya bukan sebuah pajak khusus untuk lajang, istilah tersebut muncul dari media sosial dan menyesatkan.

Kebijakan tersebut adalah tambahan iuran asuransi kesehatan sekitar ¥250 per bulan yang dibayar oleh semua pekerja (dan juga ditanggung sebagian oleh perusahaan). Tujuan kebijakan ini adalah membiayai program peningkatan angka kelahiran, seperti subsidi anak dan fasilitas penitipan. Namun, kritik muncul karena meski semua orang membayar, keluarga yang memiliki anak menerima manfaat jauh lebih besar, sehingga beban relatif lebih berat bagi mereka yang tidak punya anak. Muncullah istilah “singles tax” yang dianggap menghukum para lajang dan akan meningkat bertahap hingga tahun 2028.

Secara nominal, pajak ini memang kecil. Akan tetapi, bagi perusahaan, kebijakan ini menambah biaya tenaga kerja karena kontribusi asuransi ikut naik, yang mungkin akan direspons dengan efisiensi, otomatisasi, atau penyesuaian harga.