Berita Jepang | Japanesestation.com

Jakarta, 18 April 2026 – Asian Kung-Fu Generation sukses menggelar konser perayaan 30 tahun perjalanan mereka di Jakarta dalam satu malam yang sulit terlupakan. Bertajuk 30th Anniversary Special Concert “Live in Jakarta”, ini bukan sekadar konser—melainkan sebuah perayaan tiga dekade musik, kenangan, dan ikatan yang tumbuh antara sebuah band Jepang dan penggemarnya di Indonesia.

Asian Kungfu generation
Kemeriahan konser 30 tahun Asian Kung-Fu Generation di Jakarta (credit: Yoel Petuel)

Sebagai satu-satunya pertunjukan dalam rangkaian tur perayaan ini di Asia Tenggara, konser yang digelar di Basket Hall GBK Senayan, Jakarta, ini menjadi momen yang sangat dinantikan. Venue dipenuhi penonton—termasuk tamu undangan—dengan antusiasme yang luar biasa tinggi. Acara berjalan tepat waktu, tertib, dan tanpa kendala berarti, mencerminkan standar penyelenggaraan yang matang dari tim produksi.

Asian kungfu generation
Antusiasme para penonton di konser 30 tahun Asian Kung-fu Generation di Jakarta (credit: Iqbal)

Tiga Penampil, Satu Malam yang Utuh

Konser dibuka oleh dua opening act kelas dunia yang turut menjadi bagian penting dari pengalaman malam itu: The Adams dan [Alexandros].

The Adams, salah satu band post-punk paling ikonik di Indonesia, tampil memukau membawakan 7 lagu—termasuk momen langka berupa live debut dari MAKUAKE – The Adams Version, sebuah tribute yang mendapat sambutan luar biasa dari penonton.

Asian Kungfu generation
Penampilan the Adams (credit: Yoel Petuel)

[Alexandros], band rock asal Jepang yang telah membangun fanbase kuat di Indonesia, menyusul dengan 11 lagu yang dibawakan penuh energi—membangun tensi penonton sebelum penampilan puncak.

Ketika Asian Kung-Fu Generation akhirnya naik panggung, suasana meledak. Respons penonton konsisten kuat sejak lagu pertama hingga encore terakhir—berteriak, bernyanyi bersama, bahkan meneteskan air mata di beberapa momen.

Setlist Lengkap Malam Itu

The Adams

1. Masa-Masa

2. Pelantur

3. MAKUAKE – The Adams Version (live debut)

4. Hanya Kau

5. Timur6. Konservatif

7. Halo Beni

[Alexandros]

1. Girl A (:D)

2. Boy Fearless

3. Mosquito Bite

4. Arpeggio

5. Mushinpakusu

6. Senkou

7. Moon Song

8. Starrrrrrr

9. ENDROLL

10. Koeru

11. Wataridori

Asian Kung-Fu Generation

1. Shinseiki no Love Song

2. After Dark

3. Empathy

4. Soredewa, Mata Ashita

5. Life is Beautiful

6. Solanin

7. Blue Train

8. Loop & Loop

9. Okaeri Johny

10. Demachiyanagi Parallel Universe

11. Skins

12. Senseless

13. Uso to Wonderland

14. Re:Re:

15. Blood Circulator

16. Rewrite

17. Kouya o Aruke

18. MAKUAKE

19. Encore 1: Korogaru Iwa, Kimi ni Asa ga Furu

20. Encore 2: Haruka Kanata

Lebih dari Sekadar Pertunjukan

Sepanjang pertunjukan, interaksi antara band dan penonton terasa hidup dan autentik. Penonton tidak hanya bernyanyi bersama, tetapi juga menunjukkan beragam ekspresi: bergoyang mengikuti irama, berteriak di setiap awal lagu, hingga haru yang tampak di beberapa bagian konser—terutama saat lagu-lagu yang paling dikenal mulai dimainkan.

Asian kungfu generation
Para penonton ikut bernyanyi di konser Asian Kung-Fu Generation  (credit: Iqbal)

Bagi banyak penonton yang hadir, musik Asian Kung-Fu Generation bukan sekadar hiburan—ia adalah bagian dari tumbuh kembang mereka. Lagu-lagu seperti Haruka Kanata yang pertama kali dikenal lewat anime Naruto, Re:Re: yang identik dengan serial Erased,hingga Rewrite dan Solanin yang menemani masa-masa SMA dan kuliah, telah membentuk semacam pita soundtrack kehidupan bagi generasi yang kini berusia dua puluhan hingga tiga puluhan di Indonesia.

Asian kungfu generation
Asian Kung-Fu Generation membawakan lagu-lagu yang penuh nostalgia (credit: Yuki Kawamoto)

Malam 18 April itu terasa seperti reuni. Bukan hanya pertemuan antara penonton dan band yang mereka idolakan—tetapi juga pertemuan antara diri mereka hari ini dan versi lebih muda dari diri mereka sendiri, yang dulu mendengarkan lagu-lagu ini lewat CD, iPod, atau earphone usang di kamar tidur. Momen seperti ini yang tidak bisa diulang, dan itulah yang membuat konser ini terasa jauh lebih besar dari sekadar kapasitas venue.

Asian kungfu generation
Asian Kung-Fu Generation (credit: Yuki Kawamoto)

Konser ini menjadi lebih dari sekadar pertunjukan musik. Ia adalah ruang pertemuan antara perjalanan panjang sebuah band dan kenangan terdalam para pendengarnya di Indonesia—sebuah momen yang dirasakan bersama dalam satu waktu, satu tempat, dan tidak akan terulang lagi.

Tentang Asian Kung-Fu Generation

Warisan yang Mengubah Skena Musik Rock Jepang

Sejak berdiri pada 1996, Asian Kung-Fu Generation dikenal sebagai salah satu band paling berpengaruh dalam skena rock Jepang. Debut major mereka pada 2003 menjadi titik penting dalam perkembangan musik rock Jepang modern. Melalui album seperti Kimi Tsunagi Five M dan Sol-fa, mereka menghadirkan warna musik yang kuat, emosional, dan relevan lintas generasi.

Asian kungfu generation
Asian Kung-Fu Generation (credit: Yuki Kawamoto)

Melalui festival NANO-MUGEN FES., mereka juga membuka ruang kolaborasi antara musisi Jepang dan internasional. Hingga kini, Asian Kung-Fu Generation terus berkembang dan mempertahankan relevansinya di industri musik global.

Tentang Hype Live

Experiencing The Best With Us

Hype Live merupakan promotor konser musik di Indonesia yang menghadirkan pengalaman hiburan yang lebih mendalam bagi para penikmat musik. Dengan fokus pada interaksi yang autentik antara artis dan penonton, Hype Live terus berupaya menghadirkan konser yang tidak hanya berkualitas secara produksi, tetapi juga berkesan secara emosional.