Berita Jepang | Japanesestation.com

Obat-obatan terlarang seperti narkoba dan mariyuana diketahui memiliki efek jangka panjang dan jangka pendek yang berbahaya, di mana banyak negara-negara di dunia juga telah melarang peredaran serta penggunaan obat tersebut, salah satunya adalah Jepang. Baru-baru ini, media Sankei Shimbun melaporkan jika Polisi Prefektur Saitama dan pihak Bea Cukai Tokyo pada hari Kamis kemarin mengumumkan telah meringkus 12 orang komplotan penyelundupan mariyuana.

Dilansir dari berbagai sumber, antara akhir bulan Maret dan awal April lalu, petugas bea cukai berhasil menemukan 29 kilogram mariyuana yang disembunyikan di dalam pakaian yang dikemas dalam kotak kardus yang dikirim melalui surat pos dari Los Angeles, Amerika Serikat.

Menurut pihak kepolisian, paket itu ditujukan untuk delapan pria dan wanita, berusia 20-an hingga 40-an, yang tinggal di wilayah Saitama dan Tokyo. Setelah melakukan penangkapan terhadap delapan orang atas dugaan pelanggaran UU Pengendalian Mariyuana, muncul pria berusia 24 tahun bernama Shun Watanabe dan tiga orang lainnya yang diduga ikut terlibat. Meski begitu, polisi tidak mengungkapkan apakah ada tersangka yang mengaku atas tuduhan tersebut.

Selama proses penggeledahan di markas komplotan tersebut, di sebuah apartemen di Nerima, Tokyo dan lokasi lainnya, petugas juga menemukan narkoba berjenis obat stimulan, suntikan, dan mariyuana, dalam jumlah yang tidak disebutkan. Polisi menambahkan, nilai barang bukti dari semua selundupan yang berhasil disita dalam kasus ini adalah senilai 290 juta yen.

Seperti yang kita ketahui, bahkan dunia hiburanJepang pun tak luput dari peredaran obat-obatan terlarang seperti narkoba dan  marijuana. Meski banyak  artis yang telah ditangkap karena kasus narkoba, masih ada saja di antara mereka yang menggunakannya, salah satunya adalah bintang film dewasa Nozomi Aso, yang ditangkap baru-baru ini.