Berita Jepang | Japanesestation.com

Pihak keamanan wilayah kota Tokyo akan mulai menertibkan para tunawisma yang biasa menghuni wilayah stasiun kereta Tokyo dengan menggelar kardus bekas setiap malam untuk tidur. Para tunawisma telah diberi peringatan untuk berpindah ke tempat yang kurang terlihat oleh banyak orang pada akhir Maret mendatang.

Hal tersebut dilatar belakangi kekhawatiran yang menyangkut dengan citra Jepang dimata pengunjung dan penonton dari luar Jepang jika berkunjung dan tak sengaja melihat pemandangan tersebut.

Upaya seperti ini ternyata telah diberlakukan dan dilaksanakan pada acara Olimpiade sebelum-sebelumnya seperti di Olimpiade, Beijing, Olimpiade London dan Olimpiade Rio de Janerio. Daerah yang biasanya menjadi sasaran kegiatan ini biasanya wilayah sekitar perkotaan apalagi daerah yang menjadi ibu kota dan dilalui oleh para pengunjung.

Pihak pejabat Tokyo membantah adanya paksaan dalam kegiatan penertiban tersebut, khususnya penertiban yang dilakukan untuk acara Olimpiade 2020 mendatang. Mereka mengatakan telah melakukan upaya pemindahan ke tempat penampungan sebagai upaya kesejahteraan secara keseluruhan di wilayah Jepang. Kebijakan tersebut dibuat untuk membantu mereka menemukan pekerjaan dan mendapatkan rumah yang layak.

tidak ada yang lainnya dari program yang telah kami miliki untuk membantu para tunawisma” kata Emi Yaginuma yang merupakan salah satu pejabat kota Tokyo yang bertanggung jawab atas program tersebut.

Pada tahun-tahun sebelumnya, permulaan pembangunan dan pengembangan banguanan dalam menyambut acara Olimpiade telah dimulai. Para tunawisma yang menghuni taman-taman di Shibuya Tokyo terpaksa berpindah ke taman lainnya yang kurang terlihat atau didatangi orang. Pemindahan tersebut dilakukan dengan alasan pembukaan dapur umum bagi para pekerja.

Sebagai contoh, pada tahun 2016 para tunawisma diusir dari sebuah taman dekat stadion nasional baru yang tengah dibangun, stadion tersebut dijadikan sebagai tempat utama untuk pertandingan Olimpiade.