Berita Jepang | Japanesestation.com

Perusahaan pembuat peralatan presisi asal Jepang, Shimadzu Corp., mulai senin depan akan mulai menjual alat tes terbaru yang dapat mendeteksi virus corona pada berbagai permukaan benda mati, termasuk gagang pintu, keran, dan komputer, untuk pertama kalinya di dunia.

Perusahaan tersebut berharap dapat memberikan alat terbaru yang dapat mengidentifikasi virus corona kepada fasilitas medis dan bisnis yang diharuskan memiliki layanan pengujian, termasuk ke panti jompo dan produsen makanan.

Pengguna alat tes terbaru ini dapat menyeka permukaan suatu benda menggunakan kapas swab dan memasukkannya ke dalam wadah dengan larutan garam. Setelah mengeluarkan kapas dari wadah, reagen uji diterapkan dan virus kemudian dapat dideteksi menggunakan PCR, atau perangkat uji reaksi berantai polimerase, menurut perusahaan tersebut.

Alat Tes Pendeteksi Virus Corona Baru
Seorang karyawan Shimadzu Corp. memperkenalkan alat tes baru yang digunakan untuk mendeteksi virus corona baru pada permukaan laptop (english.kyodonews.net)

Setiap alat dapat melakukan 100 tes dan harganya 302.500 yen. Perusahaan yang berbasis di Prefektur Kyoto di Jepang barat itu mengatakan akan menjual seribu alat uji setiap tahunnya.

“Dengan tambahan alat tes ini, kami ingin menawarkan cara pencegahan infeksi secara komprehensif,” ujar seorang pejabat perusahaan. Shimadzu Corp. sebelumnya telah memperkenalkan alat tes yang dapat digunakan untuk mendeteksi virus dari air liur.

Penularan dari permukaan benda mati dianggap sebagai salah satu cara virus corona menyebar antar manusia. Menurut sebuah studi oleh Institut Kesehatan Nasional AS, virus ini dapat hidup hingga 72 jam pada plastik, 48 jam pada baja anti karat, dan 24 jam pada karton.