Berita Jepang | Japanesestation.com

Meski banyak yang masih mempertanyakan apakah Olimpiade Tokyo harus tetap diselenggarakan, keputusan pemerintah nampaknya sudah bulat dan tetap akan diselenggarakan.

Bersamaan dengan larangan penonton luar negeri, komite Olimpiade Tokyo telah mengungkapkan langkah-langkah keamanan tambahan yang akan mereka ambil untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan kemampuan terbaik mereka.

Pertama-tama, para atlet akan menjalani tes COVID-19 setiap hari selama mereka tinggal di Jepang, bersama dengan staf dan keluarga yang berhubungan dekat dengan mereka. Mereka tidak diperbolehkan menaiki transportasi umum, dan harus menyewa kendaraan untuk diri mereka sendiri.

Bahkan untuk pesawat, mereka harus menyewa atau naik pesawat secara terpisah dari penumpang lain.

Pesawat
Pesawat (tofugu.com)

Staf medis di Olimpiade berjumlah hampir sepuluh ribu, termasuk dokter gigi, ahli terapi fisik, dan banyak lagi. Pada hari-hari puncak kompetisi, akan ada sebanyak 300 dokter dan 400 perawat yang siaga di tempat, dimana 100 masing-masing akan didedikasikan hanya untuk pencegahan dan pengobatan COVID-19.

Jadi, bagaimana jika seseorang dinyatakan positif COVID-19? Mereka tidak akan dapat berpartisipasi di Olimpiade, dan semua orang yang berhubungan dengan mereka pada saat itu akan diperlakukan sebagai ODP, juga dites virus corona.

Panitia Olimpiade telah bekerja sama dengan 30 rumah sakit yang ditunjuk di seluruh Jepang untuk memesan prioritas untuk perawatan jika seseorang terinfeksi.

Atlet Olimpiade Tokyo
Atlet Olimpiade Tokyo (soranews24.com)

Berita terakhir ini telah menyebabkan sedikit kehebohan di media sosial, dengan netizen Jepang di Twitter ikut campur dengan pemikiran mereka.

"Rumah sakit metropolitan adalah untuk warga Tokyo. Mereka bukan untuk atlet Olimpiade."

"Jadi mereka mencadangkan total 30 rumah sakit di seluruh Jepang untuk atlet Olimpiade. Apakah itu berarti risikonya sangat tinggi? Saya kira Olimpiade lebih penting daripada nyawa warga Jepang."

"Jadi kami tidak punya vaksin, kami tidak bisa dirawat di rumah sakit, dan kami bahkan belum bisa dites, tapi mereka bisa memesan tempat di rumah sakit untuk atlet Olimpiade secepat itu? Wilayah Kanto akan menjadi neraka musim panas ini."

Jepang tetap menjadi negara dengan salah satu tingkat vaksinasi terendah saat ini, hanya 2,44% penduduk yang telah menerima satu dosis vaksin sejauh ini, menurut Our World in Data.

Dengan waktu kurang dari tiga bulan sebelum Olimpiade secara resmi dimulai, Jepang hanya dapat berharap bahwa segala sesuatunya mulai dipercepat di bidang vaksinasi.