Share on

Jepang berhasil meluncurkan roket Epsilon-4 yang membawa tujuh satelit yang dibangun oleh 10 organisasi termasuk sebuah perusahaan luar angkasa yang membawa meteor buatan untuk menciptakan bintang jatuh buatan, pada Jumat (18/1) pagi.

Peluncuran roket Epsilon-4 oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) dari Pusat Antariksa Uchinoura di barat daya Prefektur Kagoshima Jepang adalah peluncuran roket pertama sejak aturan baru ditetapkan pada bulan November untuk mempromosikan kegiatan pengembangan ruang angkasa sektor swasta.

Roket Epsilon-4 ini memulai mimpi Tokyo yang ingin menerangi langit malam dengan bentuk wahana hiburan baru. Salah satu dari tujuh satelit merupakan milik ALE Co., yang merencanakan percobaan untuk menghasilkan bintang jatuh buatan.

Satelit milik ALE ini memiliki berat sekitar 68 kilogram dan berukuran 60cm x 60cm x 80cm. Satelit berhasil memisahkan diri dari roket di ketinggian sekitar 500 kilometer bersama dengan enam satelit lainnya dan memasuki orbit yang direncanakan.

Pendiri dan CEO ALE, Lena Okajima, dan sekitar 20 karyawan dari perusahaan antariksa turut mengamati peluncuran roket bersama dengan lebih dari 700 orang dengan jarak sekitar 3 kilometer.

"Itu adalah peluncuran yang indah. Ini mendebarkan dan pada saat yang sama dengan serius sebagai tahap kunci akan mulai dari sekarang," kata Okajima.

Penembakan eksperimental bintang jatuh buatan direncanakan untuk musim semi tahun 2020 di atas Laut Pedalaman Seto di lepas pantai Prefektur Hiroshima. Partikel berdiameter sekitar 1 cm akan dilepaskan dan dipanaskan di atmosfer, menyebabkannya bercahaya seperti bintang jatuh di ketinggian antara 60 hingga 80 km.