Berita Jepang | Japanesestation.com

Sebuah studi yang dilakukan oleh perusahaan telekomunikasi NTT baru-baru ini menemukan bahwa bisnis Jepang telah mendapatkan kerugian sekitar 400 miliar yen setiap tahun dikarenakan oleh kasus pengutilan. NTT dan perusahaan teknologi Earth Eyes telah bergabung untuk membuat AI Guardman, jenis kamera keamanan baru yang didukung dengan sistem AI yang dapat mendeteksi perilaku yang dikaitkan dengan pengutil.

Cara kerjanya sederhana. Kamera mengawasi interior toko dan mengidentifikasi semua manusia di dalamnya sejak mereka berjalan masuk. AI Guardman menyadari berbagai teknik yang umum digunakan oleh pengutil di berbagai jenis toko, seperti mencari titik buta di supermarket atau secara rutin memeriksa lingkungan sekitar.

Jika seorang pembeli menunjukkan gerakan dan postur yang khas dari pengutil, peringatan akan dikirimkan ke smartphone petugas dan memberi tahu mereka lokasi serta foto tersangka. Petugas kemudian bisa menemui orang tersebut dan bertanya, “Selamat siang! Dapatkah saya membantu Anda? ” Pendekatan yang ramah cukup efektif  untuk menghindari ulah jari-jari nakal mereka.

Huawei MatePad Pro

Menggunakan smartphone mereka, petugas memberikan pemberitahuan untuk dibagikan ke sistem toko dan sistem AI Guardman untuk meningkatkan keamanan mereka. Dengan cara ini, bahkan jika pengutil mengubah taktik mereka, AI dapat secara otomatis mengidentifikasi mereka.

Tes awal teknologi ini tampaknya telah berhasil. Uji coba telah dilakukan oleh toko elektronik Bic Camera, toko obat Kirindo, dan toko peralatan olahraga Xebio. Salah satu toko melaporkan penurunan kerugian kasus pengutilan dari 3,5 juta yen per tahun menjadi 2 juta, dan diharapkan sistem ini akan semakin kuat untuk digunakan.

(featured image: Youtube)