Share on

Menyikat gigi adalah cara yang kita lakukan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan gusi. Namun, tahukah kalian, bahwa bisa jadi kebiasaan-kebiasaan kita saat menyikat gigi malah membuat usaha kita membersihkan gigi menjadi tidak efektif? Berikut adalah cara menyikat gigi yang kurang baik menurut orang Jepang:

Advertise With Us

  1. Menyikat hanya bagian gigi yang licin saja.

Pada bagian gigi yang licin seperti permukaan gigi, kotoran tidak bertahan lama, dan kotoran pada bagian itu mudah dibersihkan. Menyikat gigi harus difokuskan pada sela antara satu gigi dengan gigi lain dan perbatasan antara gigi dengan gusi.

  1. Menggunakan pasta gigi banyak-banyak

Menggunakan pasta gigi di sepanjang bulu sikat tidak baik bagi kesehatan mulut. Hal yang penting untuk kebersihan mulut adalah air liur, namun jika menggunakan banyak pasta gigi, zat pembersih di dalamnya malah menghilangkan air liur, dan malah berakibat tidak baik. Gunakanlah pasta gigi sebesar biji kacang, atau sekitar 5 mm saja.

  1. Menggunakan pasta gigi pada sikat gigi yang telah dibasahi

Hal ini tidak baik, karena menimbulkan busa dengan cepat, yang membuat zat-zat pembersih dalam pasta gigi berkurang khasiatnya. Di samping itu juga membuat sensasi segar setelah menyikat gigi cepat terasa, sehingga waktu menyikat berkurang dan tanpa disadari menyisakan kotoran di gigi.

  1. Meletakkan pasta gigi begitu saja di bulu sikat

Jika pasta gigi hanya diletakkan saja di atas sikat, maka pasta gigi hanya akan mengenai sebagian gigi saja. Sebaiknya tekan pasta gigi ke dalam bulu sikat sebelum kita menggunakannya untuk menyikat gigi. Dengan menekan pasta gigi ke sela-sela bulu sikat, pasta gigi dapat digunakan secara merata sampai akhir.

  1. Berkumur berkali-kali setelah menyikat gigi

Jika berkumur-kumur berkali-kali setelah sikat gigi, maka zat-zat bermanfaat dalam pasta gigi seperti fluoride pun akan terbuang. Cukup berkumur sekali dengan ringan saja setelah menyikat gigi.

  1. Langsung menyikat gigi setelah makan

Permukaan gigi dilindungi oleh zat enamel. Jika mulut menjadi asam, maka enamel akan melemah. Jika banyak meminum soda atau memakan makanan yang ber-dressing akan menyebabkan mulut menjadi asam. Jika dalam keadaan demikian kita menyikat gigi, malah akan menambah resiko merusak enamel.

  1. Memaksakan menggunakan sikat gigi berbulu keras

Jangan memaksakan menggunakan sikat gigi berbulu keras pada gusi yang sehat, karena dapat menimbulkan luka pada gusi. Sebaiknya mulailah dengan menggunakan sikat gigi berbulu halus.

Nah, apakah kalian suka melakukan hal-hal di atas? Jika ya, mungkin kebiasaan tersebut harus diubah sedikit demi sedikit, karena tentu tidak enak jika karena cara sikat gigi yang salah, malah jadi sakit gigi, padahal katanya sakit gigi itu lebih sakit dari sakit hati lho.

(Featured image: thomsonspecialistdentistry.com)