Share on

Apakah kamu tipe orang yang hobi hangout di malam hari dan menikmati kehidupan malam? Tapi jangan salah, meski menikmati nightlife alias kehidupan malam kerap dianggap “bebas,” ternyata setiap negara punya aturan dan etikanya masing-masing lho, dan Jepang tidak terkecuali. Nah, mau tahu bagaimana aturan dan etika nightlife di Jepang? Simak pembahasannya!

Advertise With Us

1. Hati-hati dengan Makanan “Seating Charge

kehidupan malam Jepang etika japanesestation.com
Ilustrasi otoshi (Flickr: XH Ong)

Saat datang ke izakaya, biasanya kamu akan disuguhi dengan appetizer atau makanan pembuka yahg disebut otōshi. Tapi, hati-hati, makanan ini tidak gratis! Biasanya, appetizer ini berharga 300-500 yen.

Meski begitu, ada juga lho beberapa tempat yang tidak melakukan hal ini, dan biasanya mereka akan menggantungkan tanda di luar izakaya atau lewat situs mereka. Jadi, sebaiknya cari tahu infonya dulu ya sebelum datang ke izakaya!

2. Jangan Overstay

kehidupan malam Jepang etika japanesestation.com
Ilustrasi pengunjung di izakaya (Unsplash: Linh Nguyen)

Mayoritas izakaya hanya mampu menampung 10-15 orang saja. Karena itu, cobalah jangan diam dalam izakaya lebih dari 2 jam, terutama pada malam yang sibuk. Jangan kaget jika para staf memintamu untuk segera meninggalkan izakaya karea mereka membutuhkan tempat untuk tamu lain.

Biasanya, izakaya menawarkan menu all-you-can-drink dengan sebuah flat rate (biasanya 2.000 yen) dengan batas waktu 2-3 jam. Jadi, patuhi ya!

3. Mintalah Rekomendasi Jika Bingung Saat Memesan

kehidupan malam Jepang etika japanesestation.com
Ilustrasi pegunjung di izakaya (Unsplash: Alva Pratt)

Izakaya yang lebih kecil dan tradisional biasanya tak memiliki menu berbahasa Inggris. Jadi, jika kamu tak dapat membaca apapun dari menu, katakan saja: “osusume wa nan desu ka?” (menu apa yang direkomendasikan?) untuk menanyakan menu andalan restoran. Kamu juga bisa mengatakan “kore onegaishimasu!” (saya akan memesan ini!) setelah mereka menunjukkan menu andalannya. Mudah kan?

4. Jangan Menolak Minuman Secara Langsung

Saat nomikai atau minum-minum dengan orang Jepang, menolak seseorang untuk mengisi ulang gelasmu itu dianggap tidak sopan. Jika kamu merasa tak sanggup minum lagi, pegang gelasmu saat seseorang menawarkan untuk menuangkan bir, namun biarkan gelasmu tetap terisi penuh. Nah, itulah cara menolak dengan sopan, orang-orang di Jepang pun akan mengerti.

5. Dentingkan Gelasmu di Bawah Gelas Senpai-mu

kehidupan malam Jepang etika japanesestation.com
Ilustrasi nomikai (wikipedia.org)

Senioritas dalam umur dan posisi sangat diperhatikan di Jepang. Jadi, jika kamu menghabiskan malam dengan partner bisnis, ingatlah untuk memposisikan gelasmu di bawah gelas mereka saat melakukan “kanpai.”

Jangan sampai lupa ya!

6. Jangan Memaksa Datang ke Tempat Tak Ramah Gaikokujin

kehidupan malam Jepang etika japanesestation.com
Ilustrasi izakaya (Unsplash: Matthieu Bühler)

Banyak pusat hiburan malam yang tidak menerima gaikokujin (外国人) atau orang asing. Biasanya, hal ini disebabkan karena bar tersebut (terutama bar kecil) hanya melayani pelanggan tetap, atau karena sang bartender tak bisa berbicara dengan bahasa Inggris dan tak ingin repot-repot membaca gestur untuk menerima pesananmu. Nah, bar “khusus orang Jepang” ini bisa kamu temukan di Golden Gai Shinjuku, meski jumlahnya sangat sedikit jika dibandingkan dengan bar yang akan menyambutmu dengan baik.

Cara mengidentifikasinya juga mudah kok, biasaya bar yang tidak ramah orang asing akan menaruh tanda berbahasa Inggris yang menyebutkan hal itu di depan barnya. Namun, jika ada menu berbahasa Inggris di luar bar, artinya izakaya tersebut bisa dimasuki orang asing. Jangan sampai salah ya!

Nah, itulah aturan dan etika nightlife di Jepang, jangan sampai salah!