Share on
Tasuku Honjo, seorang immunologist asal Jepang berhasil mendapatkan nobel Fisiologi dan Kedokteran atas karyanya tentang penyakit kanker. Nobel tersebut dianugerahkan kepada Honjo pada 10 Desember lalu di Stockholm, Jerman. Dalam kesempatan tersebut, Tasuku Honjo yang tahun ini berusia 76 tahun menyatakan harapannya bahwa obat anti kanker yang dikembangkan Opdivo melalui penelitiannya akan menyelamatkan kehidupan di seluruh dunia. Suami dari Shigeko tersebut merupakan seorang ahli imunologi dan profesor terkenal di Universitas Kyoto. Dengan bangga, Honjo yang mengenakan jaket "haori" tradisional Jepang dan pakaian "hakama" saat menerima medali dan diploma dari Raja Swedia Carl XVI Gustaf selama upacara penghargaan. "Kami sangat berharap perawatan ini akan menjangkau jauh dan luas sehingga semua orang di planet kita dapat memperoleh manfaat dari hadiah revolusioner ini untuk hidup sehat," kata Honjo dalam pidato selama jamuan makan setelah upacara. Honjo berharap, dengan hasil penelitiannya yang telah diakui di dunia Fisiologi dan kedokteran, nantinya akan menjadi salah satu solusi bagi penderita kanker, salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia.