Berita Jepang | Japanesestation.com

Lebih dari 100 perusahaan, pemerintah lokal dan organisasi swasta meluncurkan kelompok untuk mendorong masyarakat bebas karbon dan membantu meningkatkan kehadiran negara Jepang dalam perjuangan global melawan perubahan iklim.

The Japan Climate Initiative berencana untuk bekerjasama dengan sesama pelaku non-negara di bagian lain dunia untuk mengatasi tantangan pemanasan global dan mewujudkan komitmen dalam perjanjian Paris 2015, yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca global secara efektif hingga nol dalam paruh kedua abad ini. Para anggota mengatakan kelompok itu akan bekerja dengan organisasi yang sama di seluruh dunia, termasuk gerakan "We Are Still In" di Amerika Serikat yang dibuat setelah Presiden Donald Trump mengumumkan tahun lalu bahwa Washington akan menarik diri dari perjanjian Paris.

"Ketika Protokol Kyoto, perjanjian internasional pertama untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, disimpulkan, Jepang jelas berada di garis depan tindakan dunia terhadap perubahan iklim," sebut pernyataan JCI, mengacu pada kesepakatan yang diambil di ibukota kuno negara tersebut di tahun 1997.

"Tapi 20 tahun kemudian, hari ini, sulit untuk mengatakan bahwa Jepang memerankan peran utama," tambahnya. "Kami percaya Jepang harus dan dapat mengambil peran yang lebih besar dalam mewujudkan masyarakat bebas karbon, yang berpusat pada efisiensi energi dan perluasan energi terbarukan."

Hingga Jumat lalu, grup ini terdiri dari 105 entitas, termasuk perusahaan-perusahaan besar dari berbagai industri seperti pengecer Aeon Co., pembuat bumbu Ajinomoto Co., perusahaan telekomunikasi NTT Docomo Inc., dan produsen elektronik Panasonic Corp. Pemerintah daerah seperti Pemerintah Metropolitan Tokyo dan kota-kota Kyoto dan Yokohama juga merupakan bagian dari “inisiatif” baru, begitu pula organisasi termasuk Renewable Energy Institute, yang didirikan oleh Chairman dan CEO SoftBank Group Corp., Masayoshi Son.

Dunia telah memasuki era kompetisi internasional baru di abad ke-21 yang dipimpin oleh kesepakatan Paris,” kata Takejiro Sueyoshi, penasehat khusus untuk United Nations Environment Program Finance Initiative di kawasan Asia-Pasifik, yang mempelopori pembentukan JCI.

"Kami ingin meningkatkan momentum di Jepang dan akhirnya memimpin dunia dalam upaya ini," katanya dalam konferensi pers di Nippon Press Center di Tokyo.

Kelompok-kelompok ini berencana mengadakan pertemuan untuk bergabung dengan para CEO perusahaan Jepang dan kepala pemerintah lokal di seluruh negeri pada bulan Oktober di Tokyo untuk membahas cara-cara melanjutkan gerakan di Jepang. Dan juga akan bekerjasama dengan kementerian dan lembaga terkait di pemerintah pusat untuk memperkuat upaya negara dalam menanggulangi perubahan iklim, menurut Teruyuki Ono, direktur eksekutif dari Renewable Energy Institute.

Featured image : The Japan Times