Berita Jepang | Japanesestation.com

Di hari keempat perjalanan kru Japanese Station dan JS Navigator Edelyn ke Jepang yang bekerjasama dengan Go! Go! Nihon semakin seru! Kami menyambangi kawasan Akihabara di Tokyo, yang dikenal sebagai surga para otaku, karena selain terkenal sebagai pusat elektronik, juga banyak terdapat toko-toko yang menjual beraneka macam pernak-pernik bertema anime, manga, dan game, juga maid cafe yang bertebaran. Tapi, wisata Akihabara tidak hanya untuk para otaku saja, para wisatawan juga bisa menemukan berbagai tempat dan keunikan lainnya dari kawasan ini.

Begitu keluar dari JR Akihabara Station yang selalu ramai dikunjungi wisatawan asing dan orang-orang yang bepergian, kita bisa langsung menemukan AKB48 Cafe & Shop yang berada tidak jauh di depannya dan Gundam Cafe yang terletak persis di sampingnya. Seperti yang telah diketahui, AKB48 Café & Shop adalah kafe dan toko resmi dari idol group AKB48 yang tidak boleh terlewatkan bila berkunjung ke Jepang, terutama oleh fans beratnya. Tidak hanya di Akihabara, AKB48 Cafe & Shop juga terdapat di beberapa tempat lainnya. Selain menikmati hidangan yang disuguhkan, para pengunjung juga bisa berbelanja merchandise bertema 48 Group.

Sementara Gundam Cafe adalah kafe bertema seri Gundam yang menjadi tempat favorit bagi para penggemarnya. Selain hidangan yang disajikan yang bentuknya menyerupai mecha Gundam, interior, pakaian yang dikenakan oleh pelayannya, hingga toiletnya pun dirancang bergaya Gundam. Sama seperti kafe bertema lainnya, di Gundam Cafe kalian juga bisa membeli barang-barang bertema Gundam. Tidak hanya di Akihabara, Gundam Cafe juga terdapat di Diver City Plaza daerah Odaiba, Tokyo. Bagi para penggemar beratnya, Gundam Cafe ini harus dimasukkan dalam agenda perjalanan saat berkunjung ke Tokyo.

Setelah berjalan beberapa langkah dan menyeberangi jalan, kami menemukan suatu pemandangan yang cukup berbeda, yaitu Flea Market. Jika di Indonesia, Flea Market ini mirip seperti pasar kaget atau pasar dadakan, di mana area trotoar di pinggir jalan digunakan oleh para pedagang untuk berjualan selama beberapa waktu tertentu. Kebetulan kami datang pada hari Minggu jam 3 sore saat Flea Market tersebut sedang berlangsung dan kami pun menyempatkan untuk berbelanja, malah saat ada pedagang yang menanyakan asal negara kami malah diberi diskon lho!

Seperti pasar kaget lainnya, para pedagang di Flea Market di Akihabara ini menjual berbagai dagangan mulai dari jaket/coat, sukajan, celana, topi. aksesoris, dan benda-benda lainnya. Di pasar kaget ini juga dijual beraneka macam figure anime. Walau barang yang dijual adalah barang second dengan harga miring, namun masih dalam keadaan yang baik. Sayangnya waktu sudah menunjukkan jam 4.30 sore dan saat itu meski masih sore namun langit sudah berubah menjadi gelap. Para pedagang yang berjualan pun segera membereskan barang-barang dagangan mereka.

Menjelang malam kami berjalan-jalan di kawasan Akihabara hingga berujung di Ueno. Di sepanjang jalan terdapat banyak toko yang menjual barang-barang bertema anime, manga, dan game, juga banyak toko elektronik serta maid cafe dengan display dan banner yang terang benderang hingga membuat suasana malam menjadi gemerlap.

Di depan setiap maid cafe tersebut ada maid-nya yang mempromosikan kafenya dengan suara dan nada bicara yang terkesan moe, yang mengajak para pejalan kaki untuk berkunjung. Uniknya, wanita yang menjadi maid-nya itu mengenakan pakaian, terutama rok yang agak minim, padahal suhu saat itu mencapai 1 derajat celsius.

Bukan hanya toko-toko besar yang ada di sepanjang jalan utama, kami juga menyusuri jalanan kecil di mana terdapat banyak toko-toko kecil yang menjual barang second. Di toko-toko tersebut kita bisa menemukan benda-benda elektronik yang tidak hanya murah, tapi beberapa di antaranya ada yang sudah langka dan sulit ditemukan di tempat lain. Salah satu benda elektronik yang menarik perhatian kami adalah mainan berbentuk boneka Kumamon dan Gudetama yang bisa menirukan suara atau ucapan dari orang yang ada di dekatnya.

Jadi, wisata Akihabara itu tidak hanya bertema otaku saja, tapi ada juga hal-hal lain di sekitarnya yang tak kalah menarik. Seperti halnya kawasan Shibuya dan Shinjuku serta tempat-tempat keramaian lainnya di Jepang, di Akihabara juga terdapat toko-toko barang second, toko 100 yen, toko Don Quijote (Donki), dan tempat-tempat lainnya yang tetap seru untuk dijelajahi. Bangunan dan taman di sana juga banyak yang bisa dijadikan latar pemandangan yang keren untuk berfoto selfie.

Perjalanan kami kemudian berakhir dengan makan di sebuah restoran bernama Jonathan's. Tempat ini merupakan salah satu jaringan restoran terkenal di Jepang dengan konsep keluarga (family restaurant, dalam bahasa Jepang disingkat menjadi "famiresu") yang menyediakan meja cukup besar untuk menampung 4-6 orang di dalamnya. Jonathan's sendiri menyajikan hidangan Jepang dan Barat yang harganya tidak terlalu mahal.

Sebelum pulang menggunakan kereta, di depan stasiun Akihabara kami melihat penampilan dari seorang gadis yang bernyanyi di hadapan beberapa orang yang sedang berlalu-lalang. Gadis itu menyanyikan lagu karya grupnya dengan iringan musik dari telepon genggamnya. Dengan penuh semangat ia melantunkan lagu-lagu tersebut meskipun udara pada saat itu sangat dingin dan angin berhembus dengan kencang hingga menerbangkan flyer yang hendak ia bagikan pada orang-orang yang melihat penampilannya. Para penonton pun menyemangatinya dengan bertepuk tangan mengikuti alunan lagu yang dinyanyikannya.

Dari flyer yang dibagikannya diketahui bahwa gadis itu merupakan salah satu anggota dari suatu grup vokal indie di mana anggota grup lainnya juga masing-masing tampil di tempat berbeda. Sugoi desu ne!

Ikuti terus perjalanan seru lainnya dari kru Japanese Station dan JS Navigator Edelyn ke Jepang yang bekerjasama dengan Go! Go! Nihon dalam artikel selanjutnya!